Gojentakmapan

DPRD Takalar Curigai tidak Tepat Sasaran


Soal Anggaran Penanganan Covid-19

TAKALAR, BKM — Setelah usulan hak interpElasi DPRD Takalar terhadap Bupati Syamsari Kitta disetujui oleh kurang lebih 20 anggota Dewan dari berbagai fraksi, satu persatu penggunaan anggaran ditahun 2020 ini, menjadi perhatian khusus bagi anggota dewan Takalar.
Di antaranya penggunaan anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp6 miliar, belanja makan minum Bupati dan Wakil Bupati Takalar, H Syamsari Kitta-H Achmad Daeng Se’re.
Menurut DPRD Takalar, anggaran penanganan Covid-19 yang ditangani Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar dinilai tidak tepat sasaran. Karena secara teknis, anggaran penanganan Covid pada umumnya diarahkan untuk membangun dan merenovasi sejumlah Puskesmas yang ada di Kabupaten Takalar.
”Kami menilai, penggunaan anggaran penanganan Covid-19 tidak tepat sasaran. Dan ini yang akan kami pertanyakan kepada bupati Takalar tentang seluk beluk penggunaan anggaran itu. Dan kami banyak menilai anggaran tersebut tidak tepat sasaran,” kata H Muhammad Jabir Bonto, Wakil Ketua DPRD Takalar, Senin (28/9).
Di tempat terpisah, Ketua DPRD Takalar, Muhammad Darwis Sijaya, juga membeberkan besaran uang makan minum bupati dan wakil bupati Takalar setiap bulannya. Menurut legislator PKS ini, biaya makan minum kedua pejabat eksekutif tidak rasional. Mengingat, di rumah jabatan bupati jarang terjadi aktivitas perjamuan makan.
”Biaya makan minum bupati setiap bulannya dibayarkan sebesar Rp40 juta. Sementara situasi Rujab itu selalu sepi. Tidak pernah ada jamuan makan. Ini juga akan kami pertanyakan,” ujar Ketua DPRD Takalar ini. (ira/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.