Kriminal

Dua Bulan tak Digaji, Karyawan Aniaya Bos


MAKASSAR,BKM — Fikri digiring ke ruang Reskrim Polsek Tamalanrea setelah tertangkap tim Resmob. Warga Jalan Perintis Kemerdekaan ini dihadapkan laporannya dalam tindak pidana penganiayaan terhadap Ardiawan yang merupakan pemilik sebuah warung.
Di hadapan polisi, terlapor (Fikri) mengakui perbuatannya telah menganiaya Ardiawan lantaran dirinya yang bekerja di warung milik Ardiawan tak kunjung digaji.
Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Muhalis, menjelaskan, yang bersangkutan (Fikri), diamankan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan berdasarkan laporan korbannya dalam tindak pidana penganiayaan.
”Penangkapan warga Jalan Perintis Kemerdekaan ini berdasarkan laporan korbannya yang ditindaklanjuti. Menurut korbannya, jika dirinya dianiaya pria yang diketahuinya,” kata Kanit Reskrim.
Tim Resmob Polsek Tamalanrea menindaklanjuti laporan korban dengan mendatangi rumah terlapor pada Sabtu (26/9), yang diketahui beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan.
”Terlapor berhasil diamankan. Untuk mengetahui penyebab penganiayaan dilakukan terhadap mantan bosnya, terlapor diperiksa. Menurut terlapor, dirinya memukul Ardi (pelapor), karena kesal. Lantaran dirinya bekerja di warung pelapor. Namun belum menerima gaji. Kata terlapor lagi, kalau gajinya hanya Rp800 ribu dan sudah 2 bulan bekerja tak dibayar. Dan malah katanya sudah lewat dari waktu tanggal. Bahkan hari,” terang Kanit Reskrim menirukan keterangan terlapor, Senin (28/9).
Karena molor-molor terus gaji tak dibayar, sambung Kanit Reskrim, hingga terlapor tersulut emosi yang berujung menganiaya pelapor.
”Sudah lelah katanya menunggu gajinya. Namun tak kunjung dibayar. Sehingga terlapor naik pitam. Begitu melihat pelapor langsung menganiaya pelapor. Pelapor kemudian melapor ke Polsek Tamalanrea. Katanya jika dirinya dianiaya oleh mantan karyawannya yang telah ia pecat. Kini, terlapor dan rekannya selaku saksi menjalani pemeriksaan,” pungkas Kanit Reskrim. (ish/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.