Kriminal

Dua Oknum Satpol PP Penganiaya Remaja Terancam Lima Tahun Penjara


MAKASSAR, BKM — Dua oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov Sulsel yang berurusan hukum dalam tindak pidana penganiayaan terhadap dua orang remaja, terancam dijerat pasal 170 juncto pasal 351 dengan ancaman lima tahun penjara.
Hal itu dikemukakan Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Nurtjahyana. Kata dia, keduanya masih dalam proses pemeriksaan. Dari penangkapan keduanya, polisi mengamankan barang bukti yang digunakan terlapor berupa batu.
”Ada barang bukti berupa batu yang digunakan terlapor menganiaya korban (pelapor), mengakibatkan tangan korban lecet. Nah, kalau terbukti yang bersangkutan dikenakan pasal 170 juncto pasal 351 dengan ancaman pidana 5 tahun penjara,” kata Kanit Reskrim, Senin (28/9).
Diberitakan sebelumnya, dua orang remaja masing-masing bernama Haris dan Iksan menjadi korban penganiayaan yang dilakukan dua orang lelaki. Belakangan diketahui, saat kedua terlapor tertangkap merupakan oknum anggota Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Provinsi Sulsel. Keduanya berinisial SY dan RM.
Kedua terlapor diamankan disebuah kafe di Jalan Bonto Manai oleh tim Resmob Polsek Rappocini yang menindaklanjuti laporan korban. Kanit Reskrim Polsek Rappocini Iptu Nurtjahyana mengatakan, kedua yang bersangkutan (SY dan RM) diamankan setelah terlapor oleh korbannya bernama Haris.
”Kami menindaklanjuti laporan seorang remaja bernama Haris. Menurut laporannya, dirinya dan rekannya bernama Iksan pada hari Jumat (25/9), dianiaya dua orang lelaki. Akibat dari penganiayaan itu, korban (Haris), mengalami memar pada bibir dan pada bagian mata. Dan rekannya Iksan mengalami bengkak pada wajah dan memar pada paha belakang,” kata Kanit Reskrim menirukan keterangan korban.
Selanjutnya, aduan warga Gowa (korban), ditindaklanjuti Panit II Reskrim, Ipda Nurman Matasa pada hari Sabtu (26/9), untuk menguber kedua pelaku.
”Proses penyelidikan berbuah hasil. Kedua terlapor yang tercatat merupakan warga Bonto Mene dan Bonto Manai, Kota Makassar tersebut berhasil diamankan untuk dihadapkan laporannya,” kata Kanit Reskrim.
Menurut kedua terlapor, kata Kanit Reskrim, keduanya mengakui menganiaya kedua korban setelah sebelumnya terlibat kejar kejaran.
”Kata terlapor bahwa dirinya sebelumnya terlibat kecelakaan lalulintas dengan pelapor (korban). Saat kejadian itu, kedua korban kabur, sehingga terlapor dan korban terlibat kejar-kejaran yang pada akhirnya kedua korban terjatuh dari motor setelah salah satu terlapor, yakni SY menarik kerah baju salah satu korban (Iksan). Kedua korban ketika terjatuh saat itulah kedua terlapor menganiaya kedua korban. Terlapor SY lebih dulu menganiaya korban dengan menggunakan kepalan tangan dan batu ke arah helm korban. Sementara RM juga berulang kali menganiaya korban dengan menggunakan kepalan tangan. (ish/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.