Politik

KPU Diskualifikasi Calon Jika Belanjanya Banyak


MAKASSAR, BKM–KPU Makassar membatasi dana kampanye pasangan calon yang hanya paling banyak Rp 95 miliar. Tak hanya membatasi anggaran untuk belanja kampenye, KPU juga membatasi jumlah titik yang akan didatangi oleh pasangan calon.
“Kami hanya beri kesempatan bagi pasangan calon untuk berkampanye 20 titik per hari, dengan asumsi 15 kali dialog, dan 5 kali rapat terbatas,”ujar ketua KPU Makassar Farid Wajdi, Senin (28/9).
Farid mengatakan, ada banyak titik kampanye di pilwali Makassar karena adanya pembatasan untuk kegiatan yang mengumpulkan massa yang berjumlah besar, seperti peniadaan rapat umum. Sehingga titik kampanye diperbanyak, dan setiap kegiatan dialog dan rapat terbatas hanya bisa mengumpulkan massa maksimal 50 orang.
“Karena hanya bisa menghimpun massa yang terbatas, maka dibuat banyak titik. Tapi prinsipnya karena ada protokol kesehatan,”ujar Farid kemarin.
Hal tersebut sekaligus berdampak pada membengkaknya dana kampanye. Yakni, dana kampanye setiap paslon dibatasi sampai 95 miliar. Angka ini tergolong tinggi karena ada banyak titik kampanye per hari, sehingga komponen belanja Covid-19 juga tinggi.
Menurutnya, setiap aktivitas kampanye mesti mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Maka otomatis pasangan calon melakukan belanja untuk kebutuhan protokol Covid-19. Adanya kebutuhan belanja Covid-19 ini juga sudah disepakati oleh masing-masing tim paslon.
“Misalnya rapat terbatas, kita kan memberikan proposal kepada tim yah. Apakah rapat terbatas ini komponennya kegiatan saja. Mereka bilang, tidak. Harus masuk protokol kesehatan, malah ada yang memfasilitasi swab. APD strandar. Itu yang berdampak, hampir 70 persen komponen kegiatan kampanye anggaran penyebaran Covid,”ucapnya.
Farid lalu mengingatkan pada setiap paslon, bahwa penggunaan anggaran kampanye tidak boleh lebih dari 95 miliar. Jika hal tersebut dilakukan, maka konsekuensinya paslon bisa didiskualifikasi.
“Tidak boleh lebih dari ini (95 miliar). Kalau lebih bisa langsung diskualifikasi,”ancam Farid Wajdi. (rif)

Komentar Anda





Comments
To Top
.