Headline

Pekerja Industri Smelter Berusia 19 Tahun Tewas


BANTAENG, BKM — Malang nasib menimpa Bau Aidul Fitra. Di usianya yang masih muda (19), dia harus meregang nyawa saat bekerja, Minggu (27/9).
Status korban di PT Huadi Nikel Alloy Indonesia simpangsiur. Ada yang mengatakan, dia sedang melaksanakan kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) selaku mahasiswa Akademi Komunitas Industri Manufaktur (AKOM) Bantaeng. Sumber lain menyebutkan, korban berstatus pekerja.
Humas Polres Bantaeng Aipda Sandri, mengatakan berdasarkan laporan yang masuk, status korban adalah buruh. “Statusnya buruh”, ucapnya, kemarin.
Dipaparkan Sudarman, rekan sesama profesinya, dia bersama pekerja lainnya, termasuk korban sedang bertugas melayani bongkar muat besi berukuran panjang 20 meter yang diturunkan dari mobil tronton.
Kata dia, besi yang diturunkan dari tronton menggunakan mobil crane. Pada saat proses penurunan besi, tetiba angin bertiup kencang datang menerpa. Besi yang sedang terangkat berputar dan menghempas badan Aidul.
Menurut Sudarman, kejadiannya berlangsung sangat cepat, sehingga Aidul tidak bisa menghindar. Tubuhnya pun terjepit di antara tumpukan besi.
Diungkapkan Sudarman, Aidul lalu berteriak minta tolong. Sejumlah pekerja lainnya ikut mengevakuasi korban ke klinik perusahaan, pada pukul 16.30 Wita guna mendapat pertolongan pertama.
Karena lukanya cukup parah, pukul 17.10 Wita korban dibantu alat pernapasan. Berselang 30 menit kemudian, Aidul dirujuk ke RSUD Prof Anwar Makkatutu. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu, dr Sultan membenarkan pihaknya menerima pasien kecelakaan kerja. Namun dia tidak mengetahui persis luka-luka yang diderita korban. Sebab tidak lama berselang, pihak keluarga membawa jenazah korban menuju rumah duka.
Human Resource Departement (HRD) PT Huadi Nikel Alloy Andi Rita Latippa, yang hendak dikonfirmasi terkait status korban dan perangkat keselamatan kerja, tidak berhasil. Berulangkali ditelerpon, namun dia tidak merespons.
Pengawas Ketenagakerjaan (Wasnaker) Andi Muh Syukri, Senin (28/9), berdalih bahwa pihaknya belum bisa menjelaskan terkait kecelakaan Bau Aidul Fitra. Kata dia, untuk sementara pihak wasnaker sedang berkoordinasi dengan aparat Polres Bantaeng. “Kami sedang berkoordinasi dengan aparat Polres Bantaeng”, katanya.
Dikemukakan Syukri, ada dua institusi yang memiliki kewenangan dalam penanganan masalah ini. Yakni, polisi jika diduga ada unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang. Institusi lainnya adalah wasnaker, terutama menyangkut aspek K-3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Hak korban meliputi santunan kecelakaan kerja.
Pihak AKOM yang berusaha dikonfirmasi mengenai status Bau Aidul Fitra, juga tidak berhasil. Tidak ada satupun civitas akademika AKOM yang dapat ditemui, karena mereka sedang melayat ke rumah duka di Bulukumba. (wam/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.