Headline

Pemerintah Baru Miliki Tol di Tahun 2043


BKM/CHAIRIL TAHAP PERAMPUNGAN-Pengerjaan Tol Layang Seksi Tiga Jalan AP Petta Rani kini memasuki tahap perampungan. Tambahan fasilitas tol layang ini menambah masa konsesi jalan.

MAKASSAR, BKM — Pembangunan Tol Layang Seksi Tiga Jalan AP Petta Rani menambah konsesi seluruh bagian jalan tol dari seksi I hingga seksi IV. Kerja sama pemanfaatan fasilitas tol yang harusnya berakhir 2028 kembali diperpanjang 15 tahun.
Direktur Utama Bosowa Marga Nusantara Anwar Toha mengatakan, tambahan fasilitas tol layang menambah masa konsesi jalan. Semestinya jalur tol Makassar sudah diserahkan ke pemerintah pada 2028, karena sudah berjalan 30 tahun sejak 1998.
Tetapi pemerintah menambah masa konsesi tol, lantaran fasilitas tol layang selama 15 tahun. Tambahan ini, kata dia, tak terpisah dengan bagian tol yang lain. Jika terpisah, pihaknya kesulitan untuk pengembalian nilai investasi.
“Jadi kemungkinan sampai 2043 lagi. Setelah itu kita serahkan ke pemerintah. Karena bagaimana pun proyek ini milik pemerintah. Investor menggunakan sementara, sesuai masa konsesinya,” jelasnya, kemarin.
Dia menambahkan, tol Seksi I-III akan menjadi sistem operasi terbuka dengan total panjang 10,4 km. Jumlah lajur jalan adalah 2 x 2 dengan lebar masing-masing lajur 3,50 meter.
Pengoperasian Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 3 atau Jalan Tol Layang AP Petta Rani Makassar akan berdampak pada kenaikan tarif tol lain yang telah ada selama ini.
Direktur Teknik dan Operasional PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) Ismail Malliungan, tak menampik adanya penyesuaian tarif tol ini. Karena Jalan Tol Layang Petta Rani tidak dibangun gerbang tol, maka penyesuaian tarif baru berlaku di empat gerbang tol yang existing dengan tol seksi 3 ini.
“Transaksi pembayaran tol akan dilakukan di gerbang tol yang ada. Jadi ada empat gerbang tol yang akan dilakukan penyesuaian tarif dengan adanya pembangunan tol layang,” sebut Ismail.
Empat titik gerbang tol yang dimaksud, yakni gerbang tol Cambayya, Kaluku Bodoa, Tallo Timur, dan gerbang tol Parangloe. Dari tarif yang sebelumnya Rp4.000 sekali masuk pada tiap gerbang tol ini, diestimasikan akan bertambah Rp5.000.
PT Margautama Nusantara (MUN) melalui anak usahanya PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) yang merupakan investor atas proyek ini, telah menghitung pemberlakuan tarif yang dimaksud. Dengan merujuk pada besaran nilai investasi atas proyek ini senilai Rp2,243 triliun.
“Estimasi kita yang tarif tol awalnya Rp4.000 sekarang untuk golongan 1, berubah menjadi Rp9.500. Tapi ini akan fiks jika sudah ditetapkan Kementerian PUPR yang jadi dasar pemberlakuan itu,” urai dia.
Meski begitu, pemberlakuan pengenaan tarif baru tol ini ditargetkan berlaku pada Februari 2021. Kata Ismail, pihaknya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memfungsikan tol layang ini tanpa penyesuaian tarif baru jika mulai dioperasikan Oktober mendatang.
“Berarti nanti ini akan ada satu tahapan untuk jalan difungsionalkan tanpa ada pengenaan tarif baru. Jadi ada empat bulan untuk menikmati jalan tol dengan masih menggunakan tarif yang ada sekarang ini,” ucap Ismail. (rhm)

Komentar Anda





Comments
To Top
.