Sulselbar

Pengerjaan Konstruksi Stadion Mattoanging Tahun Depan


int Arwin Azis

MAKASSAR, BKM–Stadion Mattoanging memasuki tahapan penandatanganan kontrak Detail Engineering Desain (DED) dan MK Rehabilitasi. Teken kontrak DED dilakukan bersama Direktur PT Arkonin Jakarta dan MK dilakukan dengan PT Griska Cipta Jakarta.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, Arwin Azis mengatakan, tahapan ini merupakan tahapan akhir dari rangkaian proses administrasi dari pelaksanaan rehabilitasi stadion Mattoanging.
Sebelumnya, audit konstruksi telah dilakukan, begitu juga dengan pra desain dikakukan pada 2019 lalu. Kemudian dilanjut penyusunan dokumen evaluasi lingkungan hidup, izin AMDAL, dan juga andalalin.
“Penandatanganan surat perjanjian kontrak lump sum juga untuk pekerjaan manajemen konstruksi yang dilaksanakan oleh PT griksa Jakarta, pada penandatanganan kedua dokumen ini, kita tambahkan juga dalam rangka percepatan proses penyusunan DED,” ucap Arwin Azis di Kantor Gubernur, Senin (28/9).
Kendati begitu, pengerjaan fisik nampaknya tidak bisa dilakukan tahun ini. Pasalnya, dokumen-dokumen pelaksananan lelang konstruksi masih perlu menunggu hasil DED. Belum lagi lelang untuk pembongkaran stadion juga harus dikerjakan sebelum pembangunan.
Arwin mengaku belum bisa memastikan hal tersebut. Proses DED dan MK saja dilakukan dalam waktu 135 hari kerja. Bahkan, jika tahun ini terkendala, pengerjaan konstruksi bisa saja dilakukan tahun depan di 2021.
“Saya belum bisa pastikan, DED masih sementara bekerja, ini tergantung bagaimana hasil kerja nya mereka apakah memungkinkan ada proses lelang itu di tahun 2020. Umpama seperti itu, kalau lelangnya itu bisa dilakukan akhir tahun, awal tahun 2021 nanti itu sudah berjalan pembangunannya,” paparnya.
Stadion kebanggaan warga Sulsel ini ditarget selesai pada tahun 2022. Anggaran yang dibutuhkan sekira Rp 1 triliun. Tahun ini Pemprov telah menggelontorkan Rp200 miliar APBD. Namun belum terserap semuanya.
Sementara berdasarkan data LPSE Sulsel, pada tahun 2020 penyusunan DED stadion ini senilai Rp25.1 M, sementara MK Rehab senilai Rp4 M.
Selanjutnya, kandang PSM ini rencananya akan dilakukan ground breaking pada hari jadi Sulsel, bersamaan dengan megaproyek lainnya.
Sementara Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyebutkan, proses rehabilitasi Stadion Mattoanging harus jalan, pembongkaran dan Groundbreaking harus dilakukan secepat mungkin.(nug)

Komentar Anda





Comments
To Top
.