Headline

7.000 Meter Lahan Masuk MNP akan Dibebaskan


MAKASSAR, BKM — PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menggelar rapar koordinasi bersama Pemerintah Kota Makassar, PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) dan Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) terkait akses Jalan Tol Makassar New Port, di Makassar New Port, Jalan Sultan Abdullah Raya, Selasa (29/9).
Direktur Teknik Pelindo IV Prakosa Hadi Takariyanto mengatakan, jalan akses yang ada saat ini untuk memasuki Makassar New Port sangat tidak layak dilewati oleh kendaraan pengangkut kontainer.
“Untuk memperlancar Makassar New Port yang akan menjadi terminal peti kemas atau pelabuhan terbesar di wilayah Inonesia Timur, kita harus melakukan pembangunan jalan tol,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk konektivitas antara jalan tol dan Makassar New Port dibutuhkan pembebasan lahan dengan panjang kurang lebih 300 meter dan lebar 20 meter. Ia menambahkan, jalan tol ini sudah direncanakan sejak awal tahun 2018. Bina Marga meminta Pelindo IV untuk menyiapkan lahan dan PT Bosowa Marga Nusantara akan membangun jalan tol tersebut.
“Jadi kurang lebih 6.000 sampai 7.000 meter persegi akan ada pembebasan lahan. Untuk itu kita memohon dukungan agar jalan tol ini bisa terealisasi. Makassar New Port ini akan kita selesaikan di akhir 2022 sehingga awal 2023 nantinya sudah bisa beroperasi secara full,” jelasnya.
Direktur Utama PT BMN dan JSTE Anwar Toha menjelaskan, pihaknya terus mendukung rencana pembangunan akses tol Makassar New Port. Menurutnya, saat ini ia meminta seluruh pihak fokus pada masalah utama, yakni pembebasan lahan.
“Kita fokus ke tanah saja. Jadi tanah itu dari pelabuhan masuk itu memang ada masalah. Kalau tidak salah, ada empat sertifikat di situ. Dulu tim kami masuk survei di dalam, alatnya hampir dibakar. Jadi saya perintahkan keluar. Jadi kita kembali terkendala. Intinya dari kami, kita sangat welcome dengan pembangunan askes tol ini,” tambahnya.
Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin berharap, ada langkah-langkah nyata ke depan secara sitematis untuk menyelesaikan masalah utama, yakni pembebasan lahan. Ia meminta rapat selanjutnya semua unsur terkait masalah pembebasan lahan dihadirkan.
“Saya minta Pak Sekda (M Ansar) untuk menginisiasi progres pembebasan lahan dengan berkoordinasi dengan Pelindo IV, supaya kita segera mendapatkan kepastian dari pemilik lahan, bahwa lahan tersebut bisa diserahkan sehingga pembangunan akses Tol Makassar New Port bisa lancar,” katanya.
Rudy menambahkan, di setiap negara berkembang, pelabuhan suatu pintu gerbang masuk yang sangat penting untuk investasi. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur pelabuhan sangat menentukan fungsionalitas di dalam mendukung arus investasi seperti logistik yang keluar masuk.
“Tentu Pelindo IV merupakan infrastruktur investasi yang sangat penting. Sehingga atas nama Pemerintah Kota Makassar kami mendukung upaya-upaya untuk mengembangkan pelabuhan ini secara terus menerus,” ujarnya. (rhm)

Komentar Anda





Comments
To Top
.