Headline

Korban Tewas di Industri Smelter Mahasiswa Terbaik AKOM


BANTAENG, BKM — Bau Aidul Fitra (19), pekerja yang tewas akibat kecelakaan kerja di PT Huadi Nickel Alloy Indonesia Bantaeng, tercatat sebagai mahasiswa berprestasi jurusan mesin di Akademi Komunitas Industri Manufaktur (AKOM).
Di pergururuan tinggi yang berlokasi di Tanetea, Desa Nipa-nipa, Kecamatan Pa’jukukang ini, korban menunjukkan kebolehannya. Selain di teknik mesin, dia juga menguasai instalasi listrik. “Dia adalah mahasiswa terbaik di angkatannya,” kata Sahar, staf pengajar AKOM.
Direktur AKOM Bantaeng Zainal Abidin mengatakan, korban yang akrab disapa Aidul, magang di PT Huadi yang bergerak di bidang industri smelter. Masa magangnya berakhir April 2020.
“Aidul bersama sejumlah temannya dimagangkan di PT Huadi, dan berakhir pada 7 April 2020”, terangnya, kemarin.
Setelah magang, kata dia, Aidul lanjut bekerja. Jadi bukan lagi sebagai peserta magang utusan AKOM. “Untuk lebih jelasnya, silakan hubungi pihak perusahaan karena dia sudah bekerja”, ujarnya.
Humas PT Huadi Lily Dewi Candinegara, yang dikonfirmasi terkait status koban, berdalih bahwa dirinya sedang berada di Jakarta. Ia tak memberi penjelasan, dengan alasan menunggu hasil pemeriksaan keseluruhan dari pihak yang berwenang.
Ditanya lagi, yang dimaksudkan BKM adalah status korban, apakah dia sebagai buruh tetap atau buruh lepas karena informasi yang beredar simpangsiur. Lily menjawab, justru informasi yang simpangsiur inilah yang harus dihindari.
“Justru ini yang kita hindari informasi simpang siur. Saya juga di Jakarta. Nanti pihak kepolisian yang sampaikan semuanya,” kelitnya.
Sementara Teja Sumarja, paman korban melalui telepon selular, Selasa (29) mengatakan, korban diketahui bekerja di PT Huadi Nickel Alloy Indonesia. “Pihak keluarga tahu kalau korban bekerja di perusahaan itu,” ucapnya.
Teja bersama keluarga besarnya di Borong, Kecamatan Herlang, Bulukumba, belum bisa menentukan sikap atas tewasnya Aidul. “Mohon maaf. Kami masih dalam suasana berduka. Jadi kami belum bisa menentukan sikap,” imbuhnya.
Dikatakannya, jika masa berkabung sudah berlalu, keluarga Teja akan mengadakan musyawarah untuk menentukan langkah apa yang harus diambil pascameninggalnya Aidul.
Ditambahkan Teja, semasa hidupnya korban tinggal di perumahan BTN Cabalu, Desa Paenre Loppoe, Kecamatan Gantarang, Bulukumba.
“Tinggalnya di BTN Cabalu. Tapi tiga bulan terakhir kedua orang tua dan dua saudara Aidul tinggal sementara di Herlang, karena nenek Aidul meninggal,” tambahnya. (wam/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.