Headline

Segera Tes Usap Seluruh Penyelenggara!


Positif Covid-19, Dua Komisioner KPU Makassar Isolasi Mandiri

BKM/CHAIRIL TUTUP-Kantor KPU Makassar di Jalan Perumnas Antang Raya ditutup, Selasa (29/9). Penutupan tersebut dilakukan menyusul dua komisioner KPU terpapar covid-19. Bekerja dari rumah diterapkan bagi komisioner serta staf KPU.

MAKASSAR, BKM — Satu persatu komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Sulsel terpapar covid-19. Setelah Ketua KPU Sulsel Faisal Amir, kini giliran dua komisioner KPU Makassar yang terinfeksi virus corona. Masing-masing Ketua KPU Makassar Farid Wadji, dan satu komisioner lainnya Endang Sari.
Dengan fakta tersebut, mencuat desakan agar seluruh penyelenggara pilkada di Sulsel segara dilakukan tes usap massal. Langkah tersebut diharapkan bisa meminimalisasi penyebaran serta penularan covid-19.
Informasi dua komisioner KPU Makassar yang positif covid ramai beredar di media sosial, Selasa pagi (29/9). Komisioner Endang Sari mengaku dirinya tidak tahu dari mana tertular virus tersebut. Dirinya mendapatkan hasil tersebut pada Selasa pagi, setelah pada Jumat pekan lalu menjalani swab test bersama komisioner lainnya.
Menyusul hasil tersebut, Endang Sari pun menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Ia melakukan aktivitas olahraga, mengonsumsi lebih banyak makanan bergizi, serta kegiatan harian seperti biasa.
“Saya tidak tahu terpapar di mana, karena hasilnya baru keluar tadi (kemarin) pagi. Pemeriksaannya hari Jumat lalu. Untuk saat ini saya isolasi mandiri dulu untuk sementara. Saya juga meminta doanya semoga bisa kembali beraktivitas. Dan kepada yang merasa pernah kontak dengan saya agar melakukan pemeriksaan,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (29/9).
Diakui Endang, ia bersama ketua KPU Makassar masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Dirinya tampak dan merasa sehat serta tidak memiliki gelaja apapun.
Walau begitu, sejak kemarin hingga satu minggu ke depan dirinya bersama ketua KPU Makassar masing-masing akan melakukan isolasi mandiri hingga dilakukan tes usap selanjutnya.
Dihubungi terpisah, komisioner KPU Makassar Gunawan Manshar mengatakan, kantornya langsung disterilisasi. Kerja-kerja tahapan pilwali 2020 akan dikoordinasikan melalui virtual untuk sementara waktu. Semua komisioner dan staf KPU Makassar menerapkan kerja dari rumah alias work from home (WFH).
“Untuk sementara ini, dua komisioner yang positif menjalani isolasi mandiri. Kantor akan disterilkan dari seluruh aktivitas. Telah dilakukan penyemprotan disinfektan di kantor. Soal tahapan pilwali, kita koordinasikan masa kampanye secara virtual,” jelasnya.

Tes Usap Bagi Penyelenggara

Pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan satu suara agar para penyelenggara pilkada serentak, seperti KPU dan Bawaslu beserta jajarannya agar serius menerapkan protokol kesehatan. Bila perlu dilakukan tes usap terhadap mereka, guna membuktikan mereka bebas dari virus corona.
Ketua dan wakil ketua DPRD Sulsel menyampaikan harapannya agar pilwali dan pilbup dapat berlangsung aman tanpa hambatan. Karena itu, swab test mendesak untuk dilaksanakan secepatnya.
Politisi Partai Golkar yang juga Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika, mengaku prihatin dengan adanya penyelenggara yang terpapar corona. Karena itu dia berharap agar semua pihak dapat lebih peduli dan serius dalam menerapkan protokol kesehatan.
Legislator Partai Nasdem yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif, setuju agar seluruh penyelenggara menjalani swab test. “Iye, itu betul sekali. Semua pihak, terutama penyelenggara harus tes swab agar kita tetap menjaga protokol kesehatan,” ujar Syaharuddin Alrif, kemarin.
Hal sama disampaikan legislator PKS Sulsel Muzayyin Arif. Wakil ketua DPRD Sulsel ini, mengaku tes usap terhadap penyelanggara pilkada sangat diperlukan.
“Sebagai penyelenggara, KPU dan Bawaslu menjadi yang terdepan untuk mendorong kesadaran terhadap upaya pencegahan covid-19 bagi kontestan pilkada 2020,” tandasnya.
Politisi Partai Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin juga berpendapat sama. “Memang sangat riskan pemerintah memaksakan pilkada di tengah pandemi ini. Tapi jika memang harus dilaksanakan karena sudah menjadi keputusan, maka pemerintah harus membuat aturan yang ketat terkait penyelenggara hingga ke tingkat TPS. Karena sesungguhnya penyebaran virus itu akan terjadi di tingkat bawah saat pemungutan suara dilaksanakan. Kalau bisa petugas TPS dahulu yang di pastikan negatif dari virus lewat PCR, baru melayani masyarakat yang datang memilih,” pungkas wakil ketua DPRD Sulsel ini.

Terus Bertambah

Dalam dua pekan terakhir, Pemerintah Kota Makassar massif melakukan tes swab di setiap kecamatan. Setelah menyasar enam kecamatan dengan jumlah kasus covid-19 tertinggi di kota ini, pemkot melanjutkan swab test sejak Kamis (24/9) hingga Senin (28/9) di empat kecamatan. Masing-masing Tallo, Makassar, Mamajang, dan Mariso.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin, menyebut total peserta yang berpartisipasi dalam tes usap di empat kecamatan tersebut sebanyak 2.005 orang.
Bekerja sama dengan tim gugus tugas covid-19, termasuk pihak Pemprov Sulsel yang menurunkan mobil PCR, proses swab berjalan lancar. Namun, kata Naisyah, baru dua kecamatan yang hasilnya sudah diketahui, yakni Kecamatan Tallo dan Makassar.
Dia mengatakan, untuk Kecamatan Tallo, dari 571 yang mengikuti swab pada Kamis pekan lalu, terkonfirmasi positif sebanyak 30 orang. Sementara di Kecamatan Makassar yang dilakukan pada Jumat pekan lalu, dari 398 yang ikut tes, sembilan orang terkonfirmasi positif.
“Untuk Kecamatan Mamajang dan Mariso, hasilnya belum keluar karena baru dilakukan pada Sabtu pekan lalu di Mamajang. Sementara Mariso, baru saja dilakukan,” kata Naisyah dalam jumpa pers, Senin (28/9) sore di Posko Gugur Tugas Penanggulangan Covid-19 Makassar di Jalan Nikel.
Dia menambahkan, untuk Kecamatan Mariso, tercatat ada sebanyak 571 warga yang melakukan tes swab. “Hasilnya baru akan diketahui dua atau tiga hari mendatang,” ungkapnya.
Tes swab dilanjutkan kembali ke beberapa kecamatan yang belum mendapat giliran. Yakni Kecamatan Bontoala, Ujung Pandang, Ujung Tanah, Wajo, dan Sangkarrang.
Sementara itu, ahli Epidemiologi Asriady menjelaskan, pascadilakukan tes yustisi secara intens, termasuk adanya tes swab massal, angka RO Kota Makassar mengalami penurunan. Jika pada 9 September berada di posisi 1,16, kemudian meningkat pada pekan selanjutnya menjadi 1,26, pekan ini, RO berada di kisaran 1,01.
“Jadi ada penurunan dua poin. Ada indikasi jika penegakan hukum dan operasi yustisi penerapan protokol kesehatan yang dilakukan betul-betul berdampak,” ungkap Asriady.
Sementara itu, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar Bidang Penindakan M Sabri menekankan, pihaknya dengan diback up aparat TNI Polri, akan terus menggelar operasi yustisi untuk memastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan.
“Kami berkomitmen untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Caranya dengan terus menggelar operasi yustisi menegakkan perwali,” tandasnya. (ita-rhm)

Komentar Anda





Comments
To Top
.