Headline

Empat Hari Hilang, Ditemukan Mengapung di Sungai


GOWA, BKM — Warga Dusun Bonto-bonto, Desa Romangloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa geger di tengah siang bolong, Selasa (29/9). Penyebabnya, ditemukan sesosok tubuh perempuan dengan kondisi membengkak mengapung di atas permukaan air sungai.
Sesaat setelah ditemukan, warga langsung mengenali jasad perempuan tua yang diperkirakan berusia 72 tahun, mengenakan celana puntung warna kecoklatan dan sehelai kain baju kaus warna hitam yang tersingkap di badannya. Korban adalah warga Dusun Borongrea, Desa Bilibili, Kecamatan Bontomarannu.
Jasad wanita bernama Dg Soho ini ditemukan mengambang dalam posisi tengkurap di atas permukaan air sungai kecil yang selama ini digunakan warga untuk irigasi. Mayat korban berada di antara sampah ranting dan batang pohon pisang yang mengapung di atas air.
Mayat Dg Soho ditemukan sekitar pukul 12.28 Wita, yang kemudian dievakuasi ramai-ramai oleh petugas Polsek Bontomarannu, Polres Gowa, anggota TNI serta masyarakat sekitar.
Salah seorang keluarga korban bernama Dg Janji, menurutkan mengatakan bahwa sudah beberapa hari Dg Soho menghilang dari rumahnya. ” Adami sekitar empat hari pergi dari rumahnya. Sudah dicari-cari tapi belum ditemukan,” ujarnya sedih. 
Korban pertama kali ditemukan oleh Dg Nappa. Saat itu ia hendak pergi memancing di pinggir sungai tersebut. Ia melewati kebun milik Dg Ngunjung.
Ketika memancing, Dg Nappa mencium bau menyengat. Ia lalu mencari sumber bau tersebut, dan mendapati ada mayat yang tersangkut ranting di pinggiran sungai.
Karena kaget, Dg Nappa lalu menemui pemilik kebun dan menyampaikan temuannya. Pukul 10.05 Wita, Dg Nappa bersama pemilik kebun menghubungi Polsek Bontomarannu. Pukul 12.05 Wita, personel Polsek Bontomarannu bersama tim identifikasi Polres Gowa tiba di TKP. Selanjutnya mayat dievakuasi oleh pihak keluarga korban bersama aparat pengamanan menuju rumah korban di Dusun Borongrea.
Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi, mengatakan anggota polsek dan polres telah melakukan evakuasi, serta olah TKP di lokasi. “Pihak kepolisian berada di lokasi dan melakukan olah TKP untuk mencari tahu penyebab korban ditemukan tewas,” ujarnya.
Supri, cucu korban kepada polisi, mengatakan jika neneknya meninggalkan rumah pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 06.00 Wita. Pihak keluarga telah mencari di sekitar rumah, namun tidak ditemukan. Korban tak kunjung pulang sampai magrib.
“Kami juga sudah menyampaikan kepada Bripka Rusli (Bhabinkamtibmas Desa Bilibili) bahwa nenek kami dengan ciri-ciri sudah lansia berumur 72 tahun belum pulang ke rumah sejak pergi. Beliau pergi di saat keluarga masih tidur, jadi tidak ada yang lihat,” kata Supri.
Pihak kepolisian telah mengambil sejumlah keterangan keluarga. Berdasarkan fakta-fakta yang ada dan dikuatkan dari keterangan para saksi, korban meninggal dunia murni kelalaian korban sendiri karena pikun, tanpa ada hal lainun.
“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, dikarenakan korban murni meninggal dunia dan tidak ada tanda-tanda kekerasan,” tambah AKP Mangatas Tambunan.
Kapolsek Bontomarannu Iptu Yuniarso mengatakan, korban diidentifikasi mengalami depresi, selain pikun akibat usianya. “Kami sudah mengambil sejumlah keterangan dari pihak keluarga terkait kondisi fisik dan jiwa korban. Pihak keluarga pun menerima sebagai murni kecelakaan diri korban sendiri,” terangnya. (sar)

Komentar Anda





Comments
To Top
.