Headline

Saling Serang di Medsos tak Terbendung


Bawaslu Makassar Investigasi Laporan Dugaan Pelanggaran

MAKASSAR, BKM — Tahapan kampanye pemilihan wali kota Makassar baru berlangsung sepekan. Walau begitu, berbagai indikasi penyimpangan telah menyeruak. Sikap tegas dari lembaga pengawas kini ditunggu.
Di awal-awal terjadi perusakan alat peraga kampanye (APK) berupa baliho. Disusul kemudian pembagian beras, hingga pelibatan aparatur sipil negara (ASN).
Terbaru adalah kampanye negatif dengan saling serang di dunia maya. Mengungkap aib atau berita bohong terhadap lawan. Saling serang di media sosial sepertinya tak bisa dibendung.
Seperti yang terpantau Rabu (30/9). Banyak berseliweran meme dengan gambar calon wali kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. Meme tersebut berisi tulisan sejumlah program Danny ketika menjabat wali kota. Tertera pula tulisan banyak program Danny yang tidak selesai dan hanya sekadar janji. Bahkan tidak sedikit program yang dijalankan Danny, disebut bermasalah hukum.
Hanya saja, Danny tidak memberi respons atas beredarnya meme yang mendiskreditkan dirinya.
Sebelumnya, mantan wali kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) juga menulia pernyataan di media sosial. Ada yang menilai IAS dan Danny sama-sama punya kesalahan. Namun tidak sedikit yang membela keduanya.
Terakhir, IAS dikabarkan akan meninggalkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar Syamsu Rizal MI-dr Fadli Ananda (Dilan). IAS yang pernah menjadi calon gubernur Sulsel ini juga dikabarkan akan merapat ke pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman).
Hanya saja, IAS belum memberikan tanggapan ketika dihubungi kemarin petang.
Penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Makassar, saat ini tengah melakukan investigasi terkait laporan laporan yang masuk dari seluruh tim dari pasangan calon wali dan wakil wali kota Makassar.
Ketua Bawaslu Makassar Nursari, mengatakan dirinya terus menginvestigasi laporan dugaan pelanggaran selama tahapan kampanye berlangsung. Termasuk kampanye negatif.
Nursari meminta kepada seluruh masyarakat agar menghindari hal-hal berbau SARA yang bisa membawa mereka ke ranah hukum.
“Secara formil kami akan menyurati teman-teman media, termasuk warga untuk menghindari hal-hal yang sifatnya berbau SARA atau sifatnya hoax,” ujarnya, kemarin.

Tak akan Hilang

Soal perseteruan IAS dan Danny, pengamat politik Dr Arief Wicaksono menilai bahwa hal itu tidak akan pernah hilang. Ada yang terluka terlalu dalam perseteruan itu. Meskipun keduanya, IAS maupun Danny masih biasa bertemu dan saling berangkulan.
“Tapi imbas politik dari perseteruan itu, menurut saya sudah jelas. Hingga saat ini, Danny seperti membenarkan perkataan IAS dengan diamnya,” ujar Arief Wicaksono, Rabu (30/9).
Pengamat politik dari Unhas Dr Ali Armunanto, menilai perseteruan IAS dengan Danny murni karena persaingan. “Saya rasa ini pasti terjadi kembali karena memang keduanya berada pada kondisi persaingan politik yang intens, di mana keduanya terlibat dalam pilkada. Satu sebagai calon dan satunya sebagai pendukung pasangan calon,” ujar Armunanto.
Karena murni persaingan, maka tentu intrik politik antara keduanya akan mengalami eskalasi seiring dengan semakin intensnya kompetisi politik dalam pilkada. “Jadi saya rasa persaingan keduanya tereskalasi karena momen pilkada ini,” ucapnya.
Pengamat politik Dr Alam Tauhid Syukur, mengaku bahwa perseteruan IAS dan Danny, dirinya tidak update informasinya. “Tapi saya kira dalam waktu-waktu tahapan pilkada ini menjadi wajar diperbincangkan. Apalagi beliau berdua sekarang saling berhadapan di pilwali. Saya sebenarnya secara pribadi berharap agar kerangka membangun demokrasi lokal kita lebih diarahkan pada isu-isu penguatan karakter kepemimpinan, seperti integritas, inovatif, kompetensi, dan lain lain,” jelasnya. (jun)

Komentar Anda





Comments
To Top
.