Headline

Bandar Sabu Disergap, Hendak Tabrak Polisi, DITEMBAK


BKM/PURMADI TERSANGKA SABU-Tiga orang tersangka kasus penyalahgunaan narkotika bersama barang bukti sabu yang diamankan Satres Narkoba Polres Sidrap. Seorang bandar bernama Firmansyah ditembak karena hendak menabrak polisi yang mengempungnya.

SIDRAP, BKM — Rabu (30/9) tengah malam. Jarum jam menunjuk pukul 23.00 Wita. Di sebuah tempat tak jauh dari pencucian mobil di jalan poros Sidrap-Soppeng. Tepatnya di Kelurahan Rijang Pitu, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.
Sejumlah personel kepolisian berpakaian preman dan tengah menyamar berada di lokasi. Mereka hendak melakukan penyergapan seorang bandar sabu bernama Firmansyah alias Fire. Namun, upaya tersebut tak berjalan mulus. Malah berlangsung dramatis.
Sang bandar yang berusia 30 tahun itu tidak begitu saja menyerah kepada petugas. Ia menolak ketika hendak ditangkap. Mobil Honda Brio bernomor polisi DP 1432 EZ warna biru yang dikemudikannya, langsung digeber ketika dicegat polisi.
Kendaraan tersebut nyaris menabrak aparat. Termasuk Kasatres Narkoba Polres Sidrap AKP Andi Sofyan yang memimpin langsung penangkapan. Begitu pula dengan warga yang sedang nongkrong pada sebuah warung makan di TKP.
Tak ingin buruannya lolos, polisi mengambil langkah tegas. Tembakan peringatan sempat diberikan. Namun diabaikan. Ia tetap nekat menerobos barisan puluhan petugas yang sudah mengepungnya.
Tembakan terarah dan terukur pun dilepaskan aparat. Dua butir timah panas yang bersarang di tubuhnya, membuah Fire tak berkutik. Satu butir peluru menembus paha kanan, dan satu butir lainnya di pinggan sebelah kiri. Laju kendaraan pelaku akhirnya terhenti seusai menabrak tiang atap lokasi cuci mobil, sehingga warga dan petugas lolos dari maut.
Penyergapan bandar besar narkoba yang beralamat di Jalan Manunggal, Kelurahan Bukit Parapa, Kecamatan Soreang, Kota Parepare itu menyita perhatian warga yang juga nyaris jadi korban tabrakan tersebut. Mereka ikut menyaksikan proses penangkapan tersangka.
Penangkapan Fire merupakan pengembangan dari pengungkapan kasus sebelumnya. Dua orang yang diduga komplotannya dibekuk aparat secara terpisah dan pada waktu berbeda. Mereka adalah Ilham alias Illang (28), bersama teman wanitanya Nurfadillah alias Dilla (19). Keduanya beralamat di jalan poros Kulo, Desa Kulo, Kecamatan Panca Rijang, Sidrap.
Dari tangan Firmansyah, petugas menyita dua bal sabu seberat 96,64 gram. Selanjutnya ia dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nene’ Mallomo guna mendapatkan perawatan medis.
Sementara dari Illank, petugas mengamankan satu saset sabu berukurang kecil seberat 0,86 gram. Ilham berhasil ditangkap di Desa Kulo, Kecamatan Panca Rijang, Sidrap, sekitar pukul 22.00 Wita. Sedangkan Nurfadillah diciduk setelah Firmansyah dilumpuhkan timah panas. Dillah diamankan, Kamis pagi (1/10) sekitar pukul 09.00 Wita.
Kapolres Sidrap AKBP Leonardo Panji Wahyudi melalui Kasatres Narkoba AKP Andi Sofyan, membenarkan pengungkapan kasus tersebut.
”Iya, saat kami sergap tersangka mencoba menabrak anggota, juga warga setempat. Termasuk saya. Setelah diberi peringatan dan diabaikan, akhirnya diambil tindakan tegas. Tembakan diarahkan di bagian paha dan pinggang kiri. Saat ini pelaku masih dirawat di ruang UGD dengan penjagaan ketat anggota,” jelas AKP Andi Sofyan yang ditemui di ruang UGD Nemal Sidrap, Kamis (1/10) dinihari.
AKP Andi Sofyan menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat. Disebutkan bahwa di rumah tersangka Ilham di Desa Kulo, Panca Rijang sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu. Polisi lalu menindaklanjuti informasi tersebut.
“Kami berhasil mengamankan Ilham dan menemukan satu saset paket kecil di kamarnya. Dari hasil interogasi, tersangka mengakui jika ia memperoleh dari rekannya bernama Firman. Saat itu tersangka Firman baru saja meninggalkan rumah Ilham dengan mengendarai mobil Honda Brio miliknya,” ungkap Andi Sofyan lagi.
Polisi yang melakukan pengejaran, membuntuti mobil DP 1432 EZ warna biru itu sedang menuju ke kota Pangkajene. Menurut tersangka Ilham, Firmansyah sedang membawa tas berwarnahitam yang berisi narkotika jenis sabu lebih dari satu kilogram.
Sayangnya, barang bukti yang dicari petugas itu hanya tersisa dua bal saja. Para tersangka sudah mengaburkan barang buktinya sebelum tertangkap.
“Ini barang diperoleh dari bandar besar di Makassar, yang pelemparannya khusus untuk wilayah Kabupaten Sidrap. Inilah cara jaringan narkoba memutusnya hanya pada kurir, karena tidak mau mengakui siapa bosnya. Meski begitu, kasusnya akan terus kita kembangkan,” tandas Andi Sofyan.

Dituntun Lewat Telepon

Tersangka Firmansyah, mengaku nekat menerobos barisan aparat karena panik hendak ketika hendak ditangkap. ”Saya panik, Pak. Makanya saya injak kencang gasnya mobil. Tidak ada niat mau lukai petugas. Saya kira saya bisa lolos,” cetus Firman yang masih menringis kesakitan di ruang UGD RSUD Nene’ Mallomo, sesaat setelah dievakuasi dari TKP.
Di bagian lain penjelasannya, Fire mengaku tidak mengetahui sama sekali siapa pemilik narkoba yang dibawanya ke Sidrap. ”Saya hanya dituntun lewat telepon untuk ambil barang itu di salah satu hotel di Makassar. Memang tujuannya untuk diedarkan di wilayah Sidrap saja, Pak,” terangnya.
Saat dilakukan pemeriksaan, keterangan tersangka selalu berbelit-belit. Hal ini menyulitkan petugas untuk mengungkap bandar besarnya.
“Inilah kendala kami. Cara kerja jaringan seperti ini selalu berhenti pada kurir saja. Mereka tidak mau membocorkan siapa penyuplai barang. Buktinya ini, kami hanya dapati dua bal saja dari dasar informasi awal satu kilogram,” tambah AKP Andi Sofyan lagi. (ady/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.