Headline

Tetap Waspada Hadapi Koko


MAKASSAR, BKM — Pemilihan bupati (pilbup) di Kabupaten Gowa dan Sopeng dipastikan diikuti kolom kosong atau kotak kosong (koko). Di pilbup Gowa, hanya ada pasangan Adnan Purichta Ichsan-H Abdul Rauf Malaganni Karaeng Kio (AdnanKio). Sementara di Soppeng ada pasangan Andi Kaswadi Razak-Lutfi Halide.
Ada 10 partai politik pemilik kursi di DPRD Gowa sudah memberikan rekomendasi format KPU, yakni B1KWK kepada pasangan AdnanKio. Masing-masing PKB, PAN, PPP, Nasdem, PDIP, Perindo, Demokrat, Golkar, PKS dan Gerindra.
Demikian pula di Soppeng, Andi Kaswadi-Luthfi Halide diusung sejumlah partai. Di antaranya Golkar, Nasdem, Gerindra, Demokrat, PPP, PKB, dan PDIP. Tak hanya itu, ada juga partai politik non parlemen juga memberikan dukungan untuk dua pasangan petahana ini.
Lantas seperti apa peluang AdnanKio serta Kaswadi-Lutfi untuk meraih dukungan yang sangat besar pada pilbup melawan koko 9 Desember mendatang?.
Di Kabupaten Gowa dan Soppeng masih ada tokoh yang ingin menggalang kekuatan di barisan koko, namun masih sulit untuk bersosialisasi. Jika di Gowa, ada keluarga dan kerabat almarhum Andi Maddusila Idjo, maka di Soppeng, Andi Zulkarnain Sutomo kini masuk dalam tim pasangan Kaswadi-Lutfi.
Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe memberikan saran buat Adnan dan Andi Dulli –panggilan akrab Andi Kaswadi Razak–.
“Menurut saya, mereka berdua (Adnan-Kr Kio dan Kaswadi-Lutfi) pertama-tama mesti fokus untuk mendorong partisipasi pemilih nanti di TPS, karena dua hal sekaligus menekan turunnya partisipasi pemilih, yaitu kolom kosong dan pandemi covid-19,” ujar Ulla –panggilan akrab Ni’matullah Erbe, Kamis (1/1).
”Mengapa hal tersebut harus jadi perhatian? Karena bila tingkat partisipasi di bawah 50 persen, meski menang, legitimasi politiknya kurang pas,” tambahnya.
Politisi Partai Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin, mengaku jika pengurus dan kader partai bentukan Prabowo ini akan solid mendukung AdnanKio.
Ketika ditanya soal dua kecamatan yang rawan di Gowa, yakni Sombaopu dan Tinggimoncong, sekretaris DPD Gerindra Sulsel ini mengaku telah memberi perintah kepada pengurus dan kader untuk terus mensosialisasukan Adnan-kio. “Memang ada laporan salah satu desa yang rawan. Tapi kami sudah perintahkan untuk solid mendukung petahana,” ujar wakil ketua DPRD Sulsel ini .
Sebelumnya, mantan bakal calon bupati Gowa Sugianto Pattanagara yang dimintai tanggapannya mengaku tidak punya niat untuk mendukung koko. “Saya tetap mendukung Pak Adnan dan Kr Kio,” ujar politisi Partai Demokrat ini.
Terpisah, Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa Kaswadi-Lutfi di Soppeng tetap menjadi perhatian partainya. Walau begitu, kata wakil ketua DPRD Sulsel ini, soal koko juga tetap mendapat perhatian.

Masih Harus Waspada

Pengamat politik dari Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto mengemukakan bila pasangan calon tunggal tidak bisa langsung berpesta. Masih harus waspada. Pertarungan masih tetap terjadi di bilik suara, dan bahkan setelah perhitungan suara.
“Kekuatan infrastuktur politik calon tunggal tidak boleh terlena dengan situasi ini. Tetap harus antisipatif. Termasuk pada faktor non-politik elektoral,” jelas Luhur, kemarin.
Ia kemudian merujuk pada pengalaman di pilwali Makassar 2018. Bila kekuatan pendukung kotak kosong bisa terkonsolidasi, maka tidak mudah bagi calon tunggal untuk memenangkan kontestasi. Apalagi jika mereka mampu membangun strategi viktimisasi (psikologi korban) pada para pemilih.
Menurutnya, tantangan calon pasangan tunggal bersifat internal dan eksternal. Secara internal, psikologi pemenang yang seolah “berada di atas angin” bisa berbahaya, jika kekuatan pendukung kotak kosong semakin terkonsolidasi.
“Secara eksternal, pembagian dan distribusi tugas-tugas elektoral di koalisi partai besar, kalau tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dominasi dan marginalisasi. Harus ada pembagian kerja proporsional di antara para pendukung,” terangnya.
Tantangan bagi penyelenggara adalah soal partisipasi pemilih. Dengan pilihan yang pasangan calon yang terbatas, potensi peningkatan golput sangat mungkin terjadi.
Akademisi Unhas Dr Andi Haris mengurai soal rival menjadi pasangan. “Mengenai di Gowa, saya kira tergantung pada pemilih, maksudnya kalau Adnan. Ini punya pengaruh kuat, maka bisa jadi dia menang. Sedangkan di Soppeng, kalau tidak rival kotak kosong dilawan, maka kemungkinan Kaswadi menang,” pungkasnya. (rif)

Komentar Anda





Comments
To Top
.