Headline

Appi-Rahman Ungguli Danny-Fatma 1,3 Persen


Dukungan NA Disebut Jadi Penentu Kemenangan di Pilwali

MAKASSAR, BKM — Lembaga Profetik Institute (PI) baru saja memaparkan hasil surveinya pada 15 kecamatan di Makassar. Hasilnya, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) menyalip posisi yang selama ini ditempati oleh pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Hj Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma).
“Iya, pasangan Appi-Rahman menempati posisi tertinggi dengan elektabilitas 35,8 persen. Bersaing ketat dengan pasangan Danny-Fatma yang memperoleh elektabilitas sebesar 34,5 persen. Selisih unggulnya 1,3 persen,” ujar Direktur Profetik Institute Muh Asratillah Senge dalam ekspose surveinya di Coffee Lovers, Makassar, Minggu (4/10).
Dalam survei yang digelar pada 9 hingga 15 September lalu, pasangan Syamsu Rizal MI-Fadli Ananda (Dilan) menempati posisi ketiga dengan elektabilitas 13,4 persen, serta pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin Halid (Imun) dengan elektabilitas 4,8 persen.
“Adapun responden yang belum menentukan sikap atau pilihan masih sebesar 11,5 persen. Dengan rentang margin of error ± 3,8 persen,” jelas Asratillah.
Dijelaskan bila sejak Juni 2020, tren elektabilitas pasangan Appi-Rahman konsisten naik. Sementara elektabilitas Dany-Fatma cenderung turun. Pada survei Mei lalu, Danny unggul dari Appi, namun telah disalip pada September 2020 kemarin.
“Berdasarkan pengalaman pada sejumlah kontestasi di Indonesia, seorang petahana ketika telah kehilangan dukungan konstituennya akan sangat sulit mengembalikan dukungan pemilih yang telah lepas tersebut. Jadi ini medan yang berat bagi Danny-Fatma,” terangnya.
Adapun pasangan Deng Ical-Fadli dan None-Zunnun dinilai sulit mengimbangi kedua pasangan yang telah berada pada posisi elektoral yang bagus.
“Selain karena penerimaan masyarakat masih rendah, tawaran program Ical-Fadli dan None-Zunnun dianggap belum menarik oleh sebagian besar masyarakat,” ungkapnya.
Survei Profetik melibatkan 880 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling dan tersebar secara proporsional di 15 kecamatan Kota Makassar.

Dukungan NA

Direktur Parameter Publik Indonesia (PPI) Ras MD, mengungkapkan terlepas dari hasil survei, semua bakal calon punya peluang menang. Masih tersisa waktu dua bulan yang sangat memungkinkan terjadinya lompatan elektabilitas. Apalagi, masih ada kekuatan besar yang belum mempertegas arah dukungannya.
Kekuatan besar yang dimaksud Ras MD adalah dukungan Nurdin Abdullah (NA) yang tak lain adalah gubernur Sulsel.
Menurutnya, arah dukungan orang nomor satu di Sulsel itu akan sangat memengaruhi peta kekuatan di pilwali Makassar. Bahkan, bisa jadi dukungan NA akan menjadi kunci atau penentu kemenangan.
“Pertarungan hingga saat ini masih sangat kompetitif. Dalam situasi seperti ini, ada kekuatan besar yang amat ditunggu di luar kekuatan elite atau tokoh di balik kandidat. Nah, kekuatan besar itu adalah arah dukungan NA, gubernur Sulsel saat ini. Dukungan sang gubernur akan jadi penentu kemenangan di pilwali Makassar,” ucapnya.
Menurut Ras MD, terdapat dua variabel kekuatan NA yang bisa menentukan hasil akhir. Pertama, NA bisa dibilang adalah pengendali birokrasi Makassar saat ini. Toh, tak ada wali kota definitif, melainkan sebatas penjabat wali kota yang ditunjuk gubernur Sulsel. Olehnya itu, NA bisa dibilang menggenggam kekuatan birokrasi.
“Melalui kekuatan penjabat wali kota, beliau bisa dengan mudah menghidupkan mesin birokrasi Makassar untuk kepentingan pilwali, kapan pun beliau inginkan,” ucapnya.
Kedua, kekuatan NA juga terletak pada pengaruhnya di akar rumput. Mantan bupati Bantaeng dua periode itu masih memiliki basis massa yang besar di ibukota provinsi Sulsel yang bisa digerakkan mendukung kandidat.
“NA memiliki pengaruh signifikan di akar rumput. Selain kekuatan birokrasi, beliau juga secara personal punya pengikut militan di Makassar,” terang Ras MD
Ia pun berkesimpulan dengan kekuatan besar itu, dukungan NA memiliki dampak sangat signifikan terhadap elektoral figur yang didukungnya. Ras MD mencontohkan bila NA mendukung Adama, maka tak ada keraguan paslon nomor urut satu itu akan menang. Bukan karena faktor figur DP atau wakilnya, tapi faktor kekuatan NA yang memang amat signifikan.
Pada pilwali Makassar 2020, empat pasangan yang bertarung dengan elite di belakangnya. Mulai dari Adama yang ditopang RMS dan AIA, Imun dibantu oleh SYL dan NH, Appi-Rahman disupport penuh Aksa Mahmud dan keluarga, serta Dilan yang didukung IAS seorang. (arf)

Komentar Anda





Comments
To Top
.