Headline

TGUPP Rangkap Staf Ahli Wali Kota


MAKASSAR, BKM — Mengikuti jejak Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin ikut merekrut staf ahli untuk membantu kerja-kerjanya sebagai orang nomor satu Makassar.
Pengangkatan staf ahli tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Makassar Nomor 1383/500.05/2020 tentang Pembentukan Tim Ahli Wali Kota Percepatan Pemulihan Ekonomi Tahun Anggaran 2020.
Ada lima staf ahli yang diangkat Rudy. Di antaranya Hendra Pachri sebagai staf ahli Bidang Percepatan Infrastruktur. Hendra merangkap sebagai Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).
Sementara staf ahli Bidang Akuntabilitas Pemerintahan, ditunjuk Salim Abdul Rahman yang juga mantan Inspektur Inspektorat Sulsel. Ia juga saat ini menjadi komisaris di GMTD Tbk mewakili Pemkot Makassar.
Untuk Bidang Promosi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Investasi, Rudy menunjuk Dewi Lastmi. Wanita besutan salah satu ajang pencarian bakat Akademi Fantasi Indosiar (AFI) juga merupakan istri dari seorang diplomat asal Jepang dan saat ini menetap di Makassar.
Untuk Bidang Promosi Pariwisata, dipercayakan pada Nurlina Subair dan Bidang Media dan Edukasi Munadhir. Tim ini akan membantu wali kota mengkoordinasikan percepatan pencapaian sasaran pada pelaksanaan pemulihan ekonomi.
Khususnya pada bidang percepatan infrastruktur, akuntabilitas pemerintahan, promosi UMKM dan investasi, media dan edukasi, promosi wisata, ketenagakerjaan, serta bidang marketing.
Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menjelaskan, saat ini, kondisi ekonomi sedang terpuruk akibat pandemi covid-19. Butuh gerakan cepat untuk mengatasinya.
Percepatan dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur yang bisa menjadi booster. Salah satunya, mengangkat tim ahli untuk bisa lebih mempercepat lagi kinerja untuk menstabilkan ekonomi.
“Kita tidak boleh lambat. Apalagi lambat hanya karena perdebatan-perdebatan yang tidak penting karena adanya persepsi yang keliru. Sama dengan mobil, bensin tidak ada masalah, tapi kadangkala kita kasih lagi booster supaya kineria engine lebih bagus. Jadi bukan berarti ada tim ahli, bensinnya bermasalah. Untuk mempercepat kinerja,” ungkap Rudy di Balai Kota, Senin (5/10).
Dia menekankan, tim ahli yang direkrutnya bukan tim ahli ‘abal-abal’. Dirinya punya pertimbangan khusus mengangkat mereka.
Salah satunya Dewi Lastmi. Kenapa diminta membantunya dalam pemulihan ekonomi bidang UMKM dan investasi, karena dia dinilai punya relasi yang cukup luas.
“Saya minta dibantu agar produk UMKM kita ready to market. Dan untuk memasuki pasar kita butuh jaringan. Kita cari orang yang jaringannya luas. Kalau ASN diminta cari jaringan, ada lagi SPPD, dll. Belum tentu juga bisa. Ini jaringannya luas sampai ke Jepang. Artinya, kita buka peluang UMKM kita bisa eksis di pasar lokal, nasional, dan internasional,” ungkapnya.
Terkait urusan honor dan tunjangan para staf ahli tersebut, Rudy mengatakan itu persoalan teknis yang menjadi urusan OPD terkait.
“Untuk tunjangan dan honor, urusannya dinas terkait. Pokoknya kita butuh tenaga ahli untuk mempercepat karena masyarakat sekarang menunggu gerakan nyata kita. Tidak butuh wacana dan bicara. Janji-janji. Tapi karya nyata yang menyentuh mereka. Saya butuh mereka,” tambah Prof Rudy. (rhm)

Komentar Anda





Comments
To Top
.