Sulselbar

Demo Ricuh, Polisi Tembakan Gas Air Mata


RICUH -- Demonstrasi penolakan pengesahan Undang-undang Ciptaker yang dilakukan ratusan mahasiswa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Massenrempulu di Gedung DPRD Enrekang, Kamis (8/10) berujung ricuh.

ENREKANG, BKM — Demonstrasi penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja (Cptaker) yang dilakukan ratusan mahasiswa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Massenrempulu di Gedung DPRD Enrekang, Kamis (8/10) berujung ricuh.

Aparat kepolisian Polres Enrekang yang melakukan pengamanan aksi unjuk rasa terpaksa menembakan gas air mata untuk membubarkan aksi massa.
Berdasarkan pantauwan BKM di lapangan menyebutkan awalnya demonstaran yang pipmpin Yusran Sahaodding berjalan aman. Namun, setelah demonstaran ingin semuanya masuk ke ruang rapat Gedung DPRD akhirnya aparat kepolisian melakukan tindakan tegas. Massa bertindak anarkis, kaca pecah-pecah akibat kena lemparan batu oleh para demonstran.
Kabag OPS Polres Enrekang, Kompol Mustamin saat ditemui di lokasi mengatakan tembakan gas air mata untuk membubarkan para demonstaran itu sudah sesui dengan protap. Semua (demonstaran) memaksakan kehendak untuk masuk ke ruang rapat. Disisi lain jumlah mereka ada lebih 150 sampai 200 orang. Sementara rungan DPRD tidak memungkinkan menampung ratusan orang, hanya mampu memuat sekitar 30 orang.
“Protokol kesehatan (Covid-19) semuanya sudah dilanggar oleh demonnstran. Mereka tidak peduli karena memaksa masuk secara spontan tanpa mau memetuhi tata tertib di gedung wakil rakyat. Ini rumah rakyat tapi kalau memaksakan kehendak seperti itu polisi wajib menertibkan,” tegas Mustamin.
Tak terima tindakan aparat kepolisian yang melakukan tembakan gas air mata, beberapa demonstaran melakukan tindakan anarkis melempari beberap kaca jendela gedung DPRD.
“Kami tidak terima diperlakukan seperti ini. Polsi harus bertanggung jawab atas kejadian ini,” teriak seorang demonstaran disela-sela aksi. (her/C)

Komentar Anda





Comments
To Top
.