Kriminal

KM Terancam Pasal Berlapis


Setelah Lakukan VCS Kepada 15 Korbannya

BKM/CHAIRIL INDRA VCS -- Tersangka KM menjelaskan bagaimana sampai dirinya harus berurusan dengan polisi dan kini diancam dengan pasal berlapis.

MAKASSAR, BKM — Penyidik Polda Sulsel menjerat pasal berlapis terhadap pria KM yang merupakan tersangka peneror Video Call Sex (VCS), terhadap belasan mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Pasal yang disangkakan KM oleh penyidik yakni pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik (IT) dengan pidana penjara paling lama enam tahun.
Hal itu dikemukakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Merdisyam melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo didampingi Kasubdit V Cyber, AKBP Jamaluddin.
Mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Utara (Sulut) ini menyebutkan, ada empat orang dari 15 orang korban dari KM yang telah dimintai keterangannya.
Empat orang mahasiswi UIN dari 15 orang korbannya telah dimintai keterangan oleh penyidik. Dikatakan korban, kejadian pelecehan tersebut terjadi sejak bulan September tahun 2020, tersangka mengirimkan foto dan video alat kelamin melalui media sosial whatsapp kepada beberapa mahasiswi UIN Makassar.
”Korban mengalami trauma hingga melaporkan peristiwa dialaminya ke pihak lembaga Apik Sulsel. Kemudian korban melaporkan secara resmi di Mapolda Sulsel didampingi lembaga Apik Sulsel beberapa waktu lalu. Laporan itu ditindaklanjuti tim Cyber Crime Polda Sulsel melakuka penyelidikan,” terang Kabid Humas.
Proses penyelidikan, sambungnya, berbuah hasil. Orang yang melakukan VCS terhadap sejumlah mahasiswi UIN, akhirnya teridentifikasi. Selain itu, keberadaannya pun telah diketahui pada pekan lalu, Selasa (6/10). Tersangka saat diciduk sedang berada di Kabupaten Bulukumba.
”Setelah tersangka terdeteksi, tanpa menunggu lama tim Cyber langsung mengepung sebuah rumah di Bulukumba. Hasilnya, orang yang diuber pun berhasil dibekuk saat sedang terbaring di sebuah kamar. Dia adalah pria yang dalam kondisi lumpuh (kakinya patah),” jelas Kabid Humas lagi.
Selain mengamankan tersangka, tim Cyber Crime Polda Sulsel juga mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone milik KM, satu lembar screenshot chat WA antara KM dengan korban.
”Dari pengakuan tersangka (KM), dirinya mengaku bahwa betul telah melakukan teror terhadap korban dengan cara menghubungi korban. Ketika tersambung, tersangka memegang alat kelaminnya sambil melakukan video call kepada beberapa korban yakni mahasiswi UIN Makassar. Itu dilakukan kata tersangka lantaran dirinya frustasi akibat penyakit yang dideritanya, yaitu patah tulang,” terang Kabid Humas menirukan keterangan tersangka.
Kabid Humas menambahkan, kaki KM patah setelah terlibat kecelakaan. ”Karena frustasi dengan penyakit yang dideritanya sehingga melakukan teror VCS. Kata KM kalau kakinya telah dioperasi. Namun tak kunjung sembuh. Selain itu, ia juga frustasi karena sebelumnya dirinya berlatar belakang mahasiswa. Namun ia telah didrop out (DO),” pungkas Kabid Humas. (ish/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.