Kriminal

Mapolsek Rappocini Diberondong Batu, Tiga Orang Ditangkap


MAKASSAR, BKM — Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Rappocini diberondong batu yang diduga dilakukan pengunjuk rasa yang diperkirakan berjumlah ratusan orang. Selain menyerang Mapolsek, mereka juga membakar satu unit motor N Max milik karyawan yang berdomisili di BTN Minasa Upa.
Kapolsek Rappocini, Kompol Ashari, mengatakan, kejadian itu bermula pada Kamis malam (8/10), saat seorang yang diduga pengunjuk rasa berinisial MA berboncengan dari arah Gowa melintas lampu merah perbatasan menuju arah Unismuh.
”Pemotor itu (MA), membuka barikade yang dipasang petugas untuk mengalihkan arus lalin yang saat itu sementara berlangsung demo mahasiswa di kampus Unismuh. Namun dihentikan petugas dan diarahkan untuk memutar kembali melalui jalur sebelah yang dikhususkan untuk yang masuk ke arah Unismuh. MA protes kemudian langsung menelepon rekannya yang sementara demo di depan Kampus Unismuh dan melaporkan bahwa dirinya dipukul,” kata Kapolsek.
Tidak lama berselang, sekitar ratusan pengunjuk rasa mendatangi kantor Mapolsek Rappocini. Mereka melakukan protes dengan meminta penjelasan dengan adanya kejadian tersebut.
”Kami kemudian langsung menemui mereka dan melakukan klarifikasi bahwa tidak ada tindak represif yang dilakukan personel Polsek Rappocini terhadap mahasiswa. Meski kami klarifikasi yang sebenarnya terjadi, namun mereka tidak menerima lalu memaksakan masuk ke dalam Mapolsek Rappocini. Selanjutnya personil mengamankan tiga orang mahasiswa yang diduga sebagai provokator,” terang Kapolsek, Minggu (11/10).
Mengetahui tiga orang tersebut diamankan, sehingga pengunjuk rasa memberondong batu Mapolsek Rappocini. Aksi mereka melakukan pengrusakan sehingga personil menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksinya.
”Akibat dari penyerangan itu, tiga unit Mobil mengalami kerusakan, yaitu mobil barang bukti jenis Mazda Biante, mobil Toyota Yaris, dan mobil Unit Binmas Polsek Rappocini. Tidak sampai di situ. Lagi-lagi mereka pengunjuk rasa datang lagi. Kedatangan mereka berorasi depan Polsek Rappocini dengan tuntutan meminta agar rekannya dibebaskan. Walau kami telah beri pengertian, namun mereka tetap bertahan dan tidak mau membubarkan diri. Sehingga personel melakukan pembubaran paksa,” jelas Kapolsek.
Kemudian, sambung Kapolsek, massa yang dibubarkan paksa melakukan pelemparan dan lari ke arah kampus Unismuh dan melakukan provokator kepada massa yang masih melakukan aksi unjukrasa untuk menutup full dua jalur.
”Personel gabungan Polrestabes Makassar, Polres Gowa, dan Brimob menembakkan gas air mata untuk mendorong massa masuk ke dalam kampus. Selain itu, juga terjadi aksi saling lempar antara mahasiswa Unismuh dengan pemuda sekitar Jalan Sultan Alauddin. Guna melakukan langkah preventif, personel gabungan melakukan penangkapan terhadap puluhan pengunjukrasa dan pemuda yang diduga merupakan provokator,” pungkas Kapolsek. (ish/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.