Kriminal

Pemanah Polisi Diduga Kelompok Anarko


APEL -- Personel kepolisian terlebih dahulu melakukan apel untuk mendapatkan penjelasan terkait metode penanganan unjukrasa.

MAKASSAR, BKM — Sedikitnya tiga orang personel kepolisian menderita luka saat melakukan pengamanan unjuk rasa tolak Omnibus Law. Para petugas kepolisian tersebut menderita luka bocor akibat panah melesat di tubuhnya serta luka memar akibat diberondong batu.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Merdisyam, kepada awak media membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, pihaknya setelah mendapat kabar itu langsung menjenguk ketiga personel yang menderita luka tersebut.
”Iya memang betul. Ada tiga anggota kami menderita luka saat situasi demo tolak Omnibus Law berujung anarkis. Ketiganya terluka akibat diberondong batu dan dipanah. Saat kejadian juga kami turun memantau sejumlah lokasi,” kata Kapolda, didampingi Dir Intel Polda Sulsel, Kabid Humas, Kabid Propam, Kabid Dokkes Polda Sulsel, Minggu (11/10).
Menurut Kapolda, saat situasi memanas petugas memukul mundur massa. Apalagi massa itu diduga bukan lagi dari massa buruh. Mereka diduga kelompok Anarko melempari batu kepada petugas dan berbuat tindakan anarkis.
”Ada 73 orang saat kejadian itu diamankan, kemudian dilakukan rapid dan tes urine serta nantinya ditindaklanjuti sesuai protokol kesehatan,” ungkap Kapolda. (ish/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.