Gojentakmapan

Aslam Tegaskan Tak Ada Rapid dan Swab di TPS


IST KUNJUNGAN -- Penjabat Sementara Bupati Gowa, Aslam Patonangi, saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Tombolopao.

GOWA, BKM — Munculnya informasi kalau akan ada rapid maupun swab di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat pencoblosan nanti, mendapat perhatian Penjabat sementara (Pjs) Bupati Gowa, Andi Aslam Patonangi.
Aslam meminta kepada masyarakat Gowa untuk tetap ke TPS menggunakan hak pilihnya saat pencoblosan Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Gowa, pada 9 Desember mendatang.
”Jangan tidak datang. Masyarakat harus menggunakan hak pilihnya. Apalagi ini cuma sekali dalam lima tahun. Mari kita sukseskan bersama pesta demokrasi di Gowa,” imbau Aslam saat bersilaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Tombolopao dan Tinggimoncong, Senin siang (12/10).

Saat ini, Aslam melakukan kunjungan kerja ke 18 kecamatan di Gowa. Selain untuk silaturahmi sebagai Pjs bupati Gowa, juga untuk menyampaikan pemberlakuan Perda No 2 tahun 2020 tentang Wajib Masker dan Penerapan Protokol Kesehatan yang 12 Oktober ini resmi diberlakukan berikut sanksi-sanksi atas pelanggaran yang ada.

Dalam kesempatan tatap muka dengan para tokoh masyarakat di dua kecamatan dataran tinggi ini, Aslam bahkan mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks. Misal hoaks tentang bakal dilakukannya rapid test dan swab di setiap TPS.

”Jangan percaya. Itu semua hoaks. Tidak benar itu bahwa ketika masyarakat mendatangi TPS untuk mencoblos, harus dirapid-test dan swab. Jangan percaya berita, itu hoax,” tandas Aslam saat memberikan arahan di aula kantor Kecamatan Tombolopao.

Ia pun meminta seluruh perangkat untuk mensuksekan Pilkada 2020 ini. Yakni dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait berita hoaks agar mampu meningkatkan partisipasi pemilih.
”Mari jaga kondusivitas, berikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berita hoaks yang semakin meningkat. Mohon dukungan seluruh Tripika kecamatan dan perangkat desa/lurah. Karena salah satu tugas saya sebagai Pjs yakni menfasilitasi suksesnya Pilkada yang bisa terlihat dengan meningkatnya partisipasi pemilih,” kata Aslam.

Selain mensosialisasikan tahapan Pilkada, dirinya juga melakukan pengenalan kepada jajaran pemerintah kecamatan. Menurutnya, tanpa kerjasama dan koordinasi yang baik dengan seluruh jajaran maka roda pemerintahan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
”Hari ini Perda wajib masker berlaku. Sehingga seluruh sanksi akan ikut berlaku. Tujuannya sebagai alat untuk membentuk perilaku masyarakat dengan memakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan tidak berkerumun. Semua ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” terang Aslam yang didampingi sejumlah pejabat lingkup Pemkab Gowa. (sar)

Komentar Anda





Comments
To Top
.