Politik

Erwin Bicara Soal Investasi Untuk Kesejahteraan Bersama


MAKASSAR, BKM–Ketua tim pemenangan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar Munafri Arifuddin – Abdul Rahman Bado (Appi – Rahman), Erwin Aksa menanggapi soal kampanye hitam yang dialamatkan kepada dirinya, ayah dan saudara serta iparnya.
Menurut Erwin yang juga saidara ipar Appi, puluhan tahun PT. Bosowa Marga Nusantara (BMN) telah memberikan sumbangsih untuk masyarakat Sulsel, khususnya di Makassar. Kehadiran Bosowa membawa angin segar terhadap peningkatan infrastruktur di Makassar.
Sejak PT. BMN berdiri hingga kini, perusahaan ini tidak pernah bersentuhan bisnis dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), termasuk APBD Makassar.
Tahun 1996, Bosowa merupakan pemrakarsa pembangunan infratruktur Jalan Tol di Makassar, menjadi jalan Tol Reformasi. Selanjutnya, Bosowa berinvestasi Rp700 miliar pembangunan jalan Tol ke Bandara Sultan Hasanuddin. Kerjasama ini murni antara Pemerintah dan Swasta.
Bosowa Marga pun sudah bukan punya Bosowa sepenuhnya karena sudah status perusahaan terbuka (tbk) karena sahamnya dilepas ke publik.
Melihat kondisi mengkhawatirkannya pasokan listrik untuk masyarakat Sulsel, tahun 2006 PT Bosowa Energy membangun pembangkit listrik (power plant). Kini Sulsel telah memiliki 2×125 mega watt dan 2×135 mega watt untuk menjaga stabilitas pasokan listrik, termasuk di Makassar.
“Investasi yang dilakukan Bosowa, lebih besar manfaatnya bagi masyarakat secara keseluruhan. Pembangkit yang dibangun dan memasok listrik ke sistem PLN untuk dinikmati seluruh kalangan dan golongan. Rumah tangga, usaha kecil, menengah, besar, semua menikmati,”ujar Erwin.
Bosowa justru membeli listrik dengan harga lebih mahal dari PLN ketimbang Bosowa menjual listrik ke PLN. Itu karena Bosowa tidak bisa menggunakan listrik yang dihasilkannya sendiri. Harus beli dari PLN.
“Dijadikanya issue gugatan QNB sebagai alat politik salah satu pasangan calon wali kota untuk menyerang Appi-Rahman merupakan isu bodoh yang sangat keliru besar. Sebab, pertama, sejak Bosowa berdiri di Makassar, hingga kini tidak pernah menyentuh atau berbisnis APBD, termasuk Makassar,” ungkap Erwin. Erwin yang juga tim Pemenangan Appi-Rahman, menjelaskan, alasan kedua, gugatan QNB sejauh ini masih baru didaftarkan di Pengadulan Negeri Jakarta. Majelis Hakim saja belum ditentukan. Otomatis belum ada putusan hukum. Gugatan perdata ini sifatnya sengketa bisnis. Dan hal biasa dalam bisnis. “Issue QNB, itu investasi di luar negeri yang jaminan adalah jaminan pribadi. Karena sudah masuk ranah hukum jadi biar pengadilan yang putuskan,”jelasnya. (rif)

Komentar Anda





Comments
To Top
.