Headline

Ada Upaya Sistematis Jegal Danny-Fatma


MAKASSAR, BKM — Banyak persoalan, seperti perusakan alat peraga kampanye (APK), dugaan pelanggaran hingga berujung pada pelaporan yang telah terjadi sejak tahapan pemilihan wali kota (pilwali) digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.
Yang santer adalah pasangan nomor urut satu Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto-Hj Fatmawati Rusdi telah dilapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan politik uang dalam bentuk bagi-bagi beras.
Jika selama ini kasus Danny-Fatma masih tahap penyelidikan, maka kini meningkat pada tahapan penyidikan. Yusuf Gunco yang sejak awal melaporkan kasus tersebut ke Bawaslu, membenarkan jika kasus itu kini sudah masuk pada tahap penyidikan di Mapolres Makassar.
“Iya, sudah masuk di Mapolrestabes Makassar,” ujar pria yang akrab disapa Yugo itu, Selasa (13/10).
Kencangnya laporan yang dialamatkan ke Danny membuat banyak pihak memberikan analisa, jika pasangan Danny-Fatma tersandung skenario akan dijegal sebagai salah satu kontestan di pilwali Makassar.
Akademi Unhas Andi Haris, mengemukakan sebenarnya hal seperti ini tidak perlu terjadi. “Menurut saya jegal menjegal itu tidak baik dalam pilkada, meski hal itu dianggap biasa-biasa saja orang. Semua kita serahkan ke pemilih dan mereka secara kritis bisa menilai pasangan calon mana yang layak untuk dipilih memimpin Makassar,” jelas Andi Haris, Selasa (13/1).
Hal senada disampaikan akademisi Unhas lainnya Dr Ali Armunanto. “Saya rasa iya. Ini adalah upaya sistematis lawan politik Danny Pomanto untuk menjatuhkannya. Apalagi dengan melihat trend survei belakangan ini, tentulah Danny akan jadi sasaran tembak lawan-lawannya,” ungkap Armunanto.
Dijelaskan bila dengan menghilangkan Danny dari peta pertarungan politik di pilwali Makassar, tentu akan memberikan kesempatan yang jauh lebih besar bagi calon-calon lain untuk memenangkan pertarungan. “Makanya, Danny pasti akan semakin diwaspadai dan dicari kesalahan oleh calon lain,” tukasnya.

Yang Melanggar Bukan Paslon

Juru bicara tim Danny-Fatma, Indira Mulyasari menegaskaskan bahwa yang diduga melanggar bukanlah pasangan calon, namun tim kampanye Adama. Danny-Fatma sendiri juga mengaku tidak mengetahui peristiwa yang dilaporkan kubu lawannya.
“Yang melanggar itu bukan bagian dari kami, baik pasangan Danny-Fatma atau tim kampanye. Individu-individu yang terekam di lokasi, seperti yang dilaporkan, adalah pihak yang diduga melanggar,” jelas politisi Partai Nasdem itu, Selasa (13/10).
Mantan wakil Ketua DPRD Makassar ini menilai, paslon Danny-Fatma sebelumnya juga telah dimintai keterangan oleh Bawaslu Makassar terkait adanya atribut kampanye di lokasi kejadian. Akan tetapi, pasangan ini mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut.
Indira yang pernah tercatat sebagai calon wakil wali kota makassar mendampingi Danny Pomanto, bahkan mengaku heran dengan sikap Bawaslu Makassar yang terkesan sangat bersemangat merilis hasil penyelidikan tim Gakumdu (Penegakan Hukum Terpadu) pada paslon sebagai pihak terlapor.
Anggota Bawaslu Makassar Zulfikarnain yang dikonfirmasi, mengaku tidak pernah membeda-bedakan setiap laporan yang masuk ke Bawaslu. Semua laporan yang masuk diproses oleh tim Gakumdu yang terdiri dari anggota Bawaslu, kepolisian, dan kejaksaan.
“Kami tidak pernah merilis hasil pemeriksaan laporan dengan melakukan jumpa pers. Namun kita tetap merespons bilamana ada pihak media yang bertanya. Di kantor juga setiap perkembangan kasus tertulis di papan pengumuman. Kebetulan juga baru satu kasus yang naik ke tahap penyidikan,” terang Zulfikarnain.
Dijelaskan bila Bawaslu Makassar melaporkan dugaan tindakan pelanggaran pidana pemilu yang dilakukan pasangan calon Danny-Fatma ke Polrestabes Makassar. Kasusnya dugaan praktik politik uang dengan modus pemberian sembako kepada masyarakat.
Sebelumnya, Gakkumdu telah menggelar perkara pada Senin (12/10) malam. Akhirnya diputuskan bahwa perkara tersebut memenuhi unsur pidana pemilu. Karena itu ditingkatkan dari status penyelidikan menjadi penyidikan yang akan dilakukan oleh polisi.
“Ya, aturannya begitu. Bawaslu berwenang melaporkan, bersama-sama kami sebagai pelapor kasus ini. Kami sudah mendapat panggilan dari Bawaslu untuk melapor ke polrestabes. Anggota saya ke sana,” ujar Yugo. (rif)

Komentar Anda





Comments
To Top
.