Bisnis

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan


JAKARTA, BKM — Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan. Kebijakan ini ditempuh untuk ‘mengamankan’ rupiah. ”Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 4 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,75 persen.
”Keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, di tengah inflasi yang diprakirakan tetap rendah. Untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19, Bank Indonesia menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas,” kata Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam keterangan pers usai RDG, Selasa (13/10).
Rupiah memang cenderung menguat akhir-akhir ini. Sejak akhir September hingga kemarin, mata uang Tanah Air menguat 1,08 persen di hadapan dollar Amerika Serikat (AS).
Namun ke depan, risiko pelemahan rupiah masih ada. Fitch Solutions memperkirakan rupiah bisa mencapai Rp15.000 per USD. Bank Dunia juga punya proyeksi serupa.
Selain itu, BI memperkirakan transaksi berjalan atau current account pada kuartal III-2020 bisa mencatatkan surplus. Jika terwujud, maka akan menjadi surplus pertama sejak 2011.
”Transaksi berjalan pada kuartal III-2020 diperkirakan akan mencatat surplus. Dipengaruhi oleh perbaikan ekspor dan penyesuaian impor sejalan dengan permintaan domestik yang belum cukup kuat,” ungkap Perry Warjiyo.
Pada kuartal III-2020, lanjut Perry, surplus neraca perdagangan lebih besar dibandingkan kuartal sebelumnya. Dalam dua bulan awal kuartal III saja, surplus neraca perdagangan mencapai USD 5,57 miliar. (int)

Komentar Anda





Comments
To Top
.