Kriminal

Enam Orang Jadi Tersangka Penyerangan Polsek Rappocini


MAHASISWA -- Para Mahasiswa yang meminta maaf kepada orangtuanya dengan bersujud ke kaki orangtua dan saling berpelukan untuk tidak melakukan lagi.

MAKASSAR, BKM — Enam orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyerangan markas Polsek Rappocini. Sehingga berujung bentrok dengan warga dan petugas.
Juga aksi pengrusakan dilakukan di Pos Polantas di fly over, Jalan Urip Sumahardjo Makassar. Aksi penyerangan dan pengrusakan terjadi di tengah gencarnya aksi demo penolakan pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja, pada Kamis (8/10).
Anggota pun berhasil mengamankan 250 orang. Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Chairul melalui press release di Rumah Sakit Bhayangkara,  Selasa (13/10), mengemukakan, dari 250 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang diamankan di Polrestabes Makassar, sebelum penyidik memeriksa lebih dulu mereka di rapid test dan swab.

Hasilnya, tercatat 30 orang reaktif, sehingga dikarantina di Rumah Sakit Bhayangkara. Dari 30 orang tersebut terdapat 10 orang anak di bawah umur dan tiga orang masih berstatus pelajar SMA. Lainnya putus sekolah.
Sementara kasus pengrusakan Pos Polantas dan kantor gubernur, penyidik masih mendalami keterangan para mahasiswa. Sedangkan 30 orang yang dikarantinakan di Rumah Sakit Bhayangkara selama empat hari, mendapat pengawasan dan pengobatan, sudah non reaktif.
Sehingga mereka diperbolehkan pulang. Namun sebelum dipulangkan, mereka disuruh memanggil orangtua atau keluarga untuk menjemputnya. Sebelumnya, mereka disuruh meminta maaf kepada orangtuanya dan berjanji tidak melakukan perbuatannya lagi. Dengan bersujud di kaki orangtuanya baru mereka pulang ke rumah bersama orangtuanya.
Basir, wakil dari orangtua mahasiswa mengemukakan, berterima kasih kepada pihak Rumah Sakit Bhayangkara telah melayani kepada mahasiswa dengan baik. ”Kami orangtua akan mengawasi anak-anak agar tidak melakukannya lagi,” katanya.
Sedangkan soal busur atau anak panah yang diamankan, menurut Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, bukan milik mahasiswa. Tapi milik masyarakat. (jul)

Komentar Anda





Comments
To Top
.