Headline

Orang Baik yang Bicaranya Lurus-lurus


In Memoriam Alaluddin, Kepala Biro BKM di Mamuju

INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAJIUN. Duka menyelimuti Harian Berita Kota Makassar. Alaluddin, kepala Biro BKM di Mamuju, Sulawesi Barat berpulang ke rahmatullah, Selasa (13/10).

HARI masih pagi. Terlintas di media sosial Facebook (FB) seorang rekan menulis status. Kak Ala, suami dari Risma Saddike meninggal dunia. Begitu bunyinya.
Kala itu, status FB tersebut kemudian berlalu dari hadapan saya. Tidak diduga jika Kak Ala yang disebutkan itu adalah Alaluddin. Barulah ketika Direktur Harian BKM Dr Mustawa Nur membagikan informasi bahwa Alaluddin telah meninggal dunia melalui grup WhatsApp, semuanya tersentak dan kaget.
Tak ada yang menyangka jika Pak Ala –demikian almarhum biasa disapa– akan berpulang begitu cepat. Yang lebih mengagetkan lagi, karena kepergiaannya untuk selama-lamanya berlangsung secara mendadak.
Risma Saddike, istri almarhum yang dihubungi melalui sambungan telepon, membenarkan jika Ala telah berpulang. Sambil menangis, ia meminta maaf jika selama hidupnya almarhum telah berbuat kesalahan.
”Bapak (Alaluddin) sudah tidak ada, Pak. Mohon dimaafkan jika selama ini ada kesalahannya,” tuturnya.
Di tengah duka mendalam yang dirasakan bersama keluarga besarnya, Risma kemudian bercerita sedikit tentang apa yang dialami suaminya sesaat sebelum mengembuskan napas terakhirnya.
”Tadi (kemarin) pagi masih sempat pergi buang sampah. Setelah itu masuk kembali ke rumah. Di situ dia merasakan sakit pada bagian dada kiri dari depan tembus ke belakang. Saya kemudian membawanya ke rumah sakit hingga akhirnya meninggal,” terang Risma dengan tangis yang tak terbendung.
Rekan-rekan biro BKM lainnya lalu beramai-ramai menyampaikan ucapan turut berbelasungkawa. Mereka pun menuliskan kenangannya bersama almarhum di masa hidupnya.

”Hampir-hampir semua kritikan membangun untuk BKM, sebelum disampaikan ke rekan jurnalis lain di internal BKM, pasti saya selalu menjadi teman pertama yang ditelepon. Usulan, masukan, hingga keluh kesah almarhum demi kebaikan BKM kerap dilontarkan semasa hidupnya. Baik dalam rapat tatap muka media kami, maupun melalui hubungan pribadi via telepon. Pak Ala orangnya lurus-lurus kalau bicara,” ujar Rusdi Nasaruddin, kepala Biro BKM di Kabupaten Barru dan Pangkep.
Rusdi menjadi salah seorang yang tersentak ketika membaca dua grup WA internal BKM. Sebab terakhir bertemu dengan almarhum, kondisinya sehat-sehat saja.
Patahuddin Karaeng Kulle, kepala Biro BKM Jeneponto paling ingat ketika Pak Ala mencukur gundul kepalanya. ”Almarhum bertanya ke saya waktu itu; miripka Andi F Noya yang di Kick Andy? Saya jawab, iya mirip sekali,” tulisnya.
Tak lupa, Karaeng Kulle menyebut kenangan tentang tas kulit almarhum. Tas ini kerap ia pakai jika hadir untuk rapat di Makassar. Walau wilayahnya cukup jauh dan berada di propinsi lain, Ala selalu menyediakan waktunya untuk datang. Bahkan terkadang mengajak serta istrinya. Termasuk bila ada rapat kerja akhir tahun yang dilaksanakan di kabupaten lain.
Samiruddin dari Parepare, seolah tidak percaya dengan pesan duka yang dibagikan di grup WA internal BKM. Karena ia tidak pernah mendengar kabar jika Alaluddin menderita sakit.
”Saya terakhir berkomunikasi dengan almarhum melalui telepon tanggal 8 Oktober lalu. Sharing tentang perusahaan yang kita tempati bernaung. Almarhum sering membahas perkembangan BKM ke depan. Dia orang baik dan suka berbagi informasi, baik terkait perusahaan maupun profesi kewartawanan kami. Selama jalan saudaraku. Semoga amal kebaikanmu diterima di sisi Allah Swt, dan dosa-dosamu diampuni. Aamiin..,” tulis Samiruddin.
Alaluddin lahir di Sinjai, 3 Oktober 1968. Ia meninggalkan seorang istri Risma Saddike dan satu putri bernama Sri Resky Wulandari Alaluddin. Almarhum telah dimakamkan di Mamuju pukul 13.30 Wita, kemarin.
Selamat jalan Pak Ala. Kebersamaan denganmu akan selalu kami kenang. Semoga husnul khatimah. Aamiin ya rabbal alamiin… (*/rus)

Komentar Anda





Comments
To Top
.