Bisnis

Potensi Perbankan Syariah Masih Sangat Besar


JAKARTA, BKM — Harga saham PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) langsung melesat pada Selasa pagi (13/10). Menyusul rencana penggabungan tiga bank syariah BUMN. Data perdagangan mencatat, saham BRIS langsung ‘terbang’ 19,44 persen di level Rp1.065 per saham dengan nilai transaksi Rp244,63 miliar dan volume perdagangan 234 juta saham.
Pada pukul 09.11 WIB, saham BRIS naik 20 persen. Dalam 5 hari perdagangan terakhir, saham anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ini mencuat 27 persen dan 3 bulan terakhir melesat 146 persen. Bahkan, dalam 6 bulan terakhir saham BRIS melesat 474 persen dan year to date naik 227 persen.
Tiga bank umum syariah anak usaha BUMN, yakni BRIS, PT Bank BNI Syariah, serta PT Bank Syariah Mandiri, akan menjalani proses penggabungan. Dengan adanya penggabungan tersebut, maka aset dari ketiga bank syariah tersebut melesat.
Untuk diketahui, per Agustus 2020, Bank Syariah Mandiri mencatatkan aset Rp112,1 triliun, BNI Syariah Rp49,97 triliun, dan BRI Syariah Rp51,8 triliun. Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, memang berambisi untuk menggabungkan bank syariah milik bank pelat merah. Bank hasil penggabungan ini akan di bawah koordinasi himpunan bank milik negara (Himbara).
Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Hery Gunardi, menilai potensi perbankan syariah di Indonesia masih sangat besar. Bank syariah juga sangat reliance menghadapi pandemi Covid-19.
Hery menambahkan, penetrasi bank syariah di Indonesia masih kecil 8,5 persen sampai 9 persen. Angka ini jauh dibandingkan Malaysia. Dimana, penetrasi perbankan syariah hampir 40 persen sampai 50 persen dan di Timur Tengah mencapai 80 persen sampai 90 persen. (int)

Komentar Anda





Comments
To Top
.