Kriminal

Brimob Polda Gagalkan Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19


CEGAT -- Personel Brimob Polda Sulsel mencegat keluarga yang akan membawa pulang jenazah pasien Covid-19.

MAKASSAR, BKM — Upaya pengambilan jenazah berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 oleh kerabat dan keluarga di Rumah Sakit (RS) Awal Bros Makassar, berhasil digagalkan anggota Brimob Batalyon A Pelopor Polda Sulsel, Kamis (15/10).
Gagalnya pengambilan atau penjemputan paksa jenazah status Covid-19 usai adanya pencegahan yang dilakukan pada rumah-rumah sakit rujukan Covid-19. Pengamanan dan pencegahan itu pun dilakukan sesuai arahan Kapolri, Jendral Idham Azis turun melalui Kapolda Sulsel, Irjen Pol Medisyam dan Dansat Brimob Polda Sulsel.
Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, AKBP Darminto, mengatakan, pencegahan dilakukan ini dengan mengirimkan personel Brimob ke rumah-rumah sakit rujukan Covid-19. Tujuannya, untuk memberikan rasa aman bagi tenaga medis dalam bertugas. Bukan untuk menghalangi keluarga pasien.
”Pencegahan atau pengamanan yang kami lakukan bukan untuk menghalangi pihak keluarga mengambil jenazah apabila pasien sudah dinyatakan nonreaktif oleh pihak rumah sakit. Ini bertujuan memberikan rasa aman bagi tenaga medis yang bertugas di RS rujukan Covid-19,” tegas Darminto.
Dalam pengamanan ini, lanjut Darminto, pihaknya tetap mengutamakan upaya-upaya preventif dan humanis di dalam pencegahan. Tindakan tegas baru dilakukan jika terjadi penganiayaan terhadap tenaga medis termasuk pengambilan paksa jenazah Covid-19.
Dalam tim pengamanan ini, ada sebanyak 60 personel yang melaksanakan pengawalan secara bergantian. 10 personel ditempatkan untuk pengamanan di TPU Macanda berlokasi Kabupaten Gowa dan 50 personel mengawal pengantaran jenazah Covid-19 dari rumah sakit rujukan hingga ke TPU Macanda.
”Sebuah tugas mulia karena personel menunjukkan Bhakti Brimob kepada masyarakat. Mereka ditugaskan mengawal pemakaman korban Covid-19 dalam rangka antisipasi adanya penolakan dari warga terhadap proses pemakaman,” sambungnya.
Sementara itu, Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Muhammad Anis menyatakan, apa yang dilakukan anggota maupun tim Gugus Tugas Covid-19 Makassar demi kebaikan bersama. Agar penularan tidak terjadi massif dan kurva terus naik.
”Kita tidak akan membiarkan tindakan dan aksi penjemputan paksa terhadap jenazah ini terjadi lagi. Maka kita siapkan personil pengamanan yang berlapis, lalu menindak tegas provokator,” lanjutnya. (arf)

Komentar Anda





Comments
To Top
.