Politik

Danny: Pengadaan Genset Untuk Masalah Kelistrikan Yang Pertama


MAKASSAR, BKM–Warga Mariso menyambut kedatangan calon wali kota Makassar Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto di jalan Rajawali, Kelurahan Panambungan, Kamis (15/10).
Dalam pertemuan dengan warga, Danny mendengarkan banyak keluhan masyarakat selama ia tak lagi memimpin Kota Makassar.
Beberapa masalah yang disampaikan warga diantaranya, keluhan air bersih, masalah listrik, pemeliharaan bangunan, dan masalah persampahan di kanal yang tak kunjung diperhatikan.
“Kalau saya sampaikan satu-persatu disini, tidak cukup waktu untuk mengurai. Yang pasti permasalahannya sudah cukup akut. Kita sudah siapkan konsep tentang apa-apa saja yang menjadi aspirasi warga kompleks kepada ADAMA,” ungkap Iskandar disambut aplaus seluruh warga.
Iskandar yang juga ketua LPM Kelurahan Panambungan, mengungkapkan, sangat besar ekspektasi warga kepada Danny-Fatma. “Oleh karena itu, tugas kami memenangkan Danny secara mutlak disini,” imbuhnya.
Warga lainnya, Marzel Jaharut, mengungkap keluhan lainnya yakni tertundanya pemekaran RT/RW di dalam rusunawa.
Padahal desakan pemekaran yang dimaksud sangat urgen untuk mengakomdir keluhan warga di bangunan yang berpenghuni ribuan orang tersebut.
“Karena di sini basis Adama, sehingga sarat akan politis pemkot menunda pemekaran, alasan ini sangat tidak etis, karena ini kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Danny pun langsung menjawab dengan penuh keyakinan. “Catat baik-baik, pengadaan genset untuk masalah kelistrikan, itu yang pertama, insya allah itu PR saya kalau terpilih, itu dulu,” ungkap Danny.
Sebelumnya, Danny bersilaturahmi dengan warga Lette, Kecamatan Mariso tepatnya di Jalan Rajawali.
Dg Nyarrang mengungkapkan bila fitnah terus dilancarkan orang yang tidak bertanggungjawab.
“Pak Danny sangat anti terhadap tindak pidana korupsi di pemerintahannya lima tahun lalu, itu sebabnya banyak yang mau menjatuhkan. Kami doakan beliau selalu diberi keselamatan,” ucap Dg Nyarrang
Warga Lette lainnya, Hj Hadena Dg Lele, mengungkapkan bahwa sejak dulu ada 42 kasus menyerang Danny. Akan tetapi tak satupun terbukti. “Ternyata semuanya koaks ji,” imbuhnya.
Menanggapi pernyataan warga, Danny pun mengimbau kepada semua pihak untuk tidak melancarkan cara-cara yang tidak terpuji. “Mari kita gaungkan kejujuran demokrasi, kalau anda mau dipilih, maka jujurlah kepada rakyat, jangan menyebarkan kebencian, karena itu sifat terlaknat,”pinta Danny. (jun/rif)

Komentar Anda





Comments
To Top
.