Headline

Keterangan Sehat Sulit, Pendaftar KPPS Minim


Dibutuhkan 21.510 Orang, yang Mendaftar Baru 13.053

MAKASSAR, BKM — Minat masyarakat untuk mendaftar sebagai petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Kota Makassar tergolong kurang. Itu terbukti hingga hari terakhir pendaftaran KPPS, Rabu (14/10), tercatat baru 13.53 orang yang sudah mendaftar.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, M Farid Wajdi, mengatakan untuk pelaksanaan pemilihan wali kota (pilwali) Makassar kali ini, pihaknya membutuhkan sebanyak 21.510 orang petugas. Mereka akan ditempatkan di 2.390 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 15 kecamatan yang ada di Kota Makassar.
“Khusus KPU Makassar dibutuhkan 21.510 KPPS untuk bertugas di 2.390 TPS saat pemungutan suara 9 Desember mendatang. Dengan rincian rekrut KPPS 7×2.390=16.730, petugas ketertiban 2×2.390=4.780. Maka total yang akan direkrut 21.510 orang,” ungkap Farid Wajdi, Kamis (15/1).
Karena masih minimnya peminat, KPU akan memperpanjang pendaftaran hingga 18 Oktober. “Sampai sekarang kan baru 13 ribu pendaftar. Sementara yang kita butuhkan 21.510,” tandasnya.
Farid Wajdi mengakui ada sejumlah faktor yang menyebabkan masih minimnya pendaftar petugas KPPS pilkada serentak ini. Salah satunya adalah sulitnya mendapatkan surat keterangan kesehatan dari masing-masing puskesmas di tengah pandemi covid-19.
Dihubungi terpisah, komisioner KPU Makassar Endang Sari mengaku optimis jika terget perekrutan KPPS akan terpenuhi. “Kami optimis jumlahnya akan terpenuhi. Jumlah pendaftar dari pukul 15.00 (kemarin) sudah mencapai 13.053 orang,” jelas Endang Sari.
Untuk tesnya, Endang mengungkapkan masih cukup lama. “Belum ada kepastian tanggalnya. Yang pasti tesnya bulan depan,” ujarnya. (jun-ita)

Komentar Anda





Comments
To Top
.