Kriminal

Pelapor Oknum Jaksa Nakal Sinjai Terancam Dipolisikan


MAKASSAR, BKM — Oknum jaksa nakal Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sinjai yang diduga telah meminta fee sebesar Rp350 juta kepada pelaksana proyek program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) telah diperiksa. Hasilnya, tuduhan yang disangkakan kepada Kepala Seksi Intelijen Kejari Sinjai, Zainal Abidin, tidak terbukti.
Asisten Bidang Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, Refli, mengatakan, pengusutan kasus dugaan adanya pemerasan oleh oknum jaksa Kejari Sinjai telah selesai dilakukan. Dan apa yang disangkakan kepada oknum jaksa tidak terbukti. Baik meminta maupun menerima fee proyek, yang bersangkutan tidak pernah melakukannya.
”Yang kasus proyek KOTAKU itu, sudah kami periksa. Dan oknum jaksa nakal yang dituding meminta fee, tidak ada sama sekali. Tidak terbukti,” tegas Refli kepada BKM di kantor Kejati Sulsel, Rabu malam (14/10).
Seperti yang diterangkan Refli, proses pemeriksaan yang dilakukannya dengan menghadirkan masing-masing pihak. Ada pelapor maupun terlapor. Dalam pemeriksaan yang dilakukan, sama sekali tak ditemukan adanya bukti bahwa perbuatan oknum jaksa seperti yang disangkakan.
Justru yang sangat rawan apabila pihak dari Kejari Sinjai melaporkan balik perbuatan pelapor yang telah menyebar atau membuat laporan palsu. Yakni dengan menuduh ada oknum dari jaksa meminta fee pada proyek KOTAKU.
”Bisa saja pelapor dilaporkan balik ke polisi atas perbuatan memberikan laporan yang tidak benar. Apalagi orang yang disebut telah memberikan uang kepada oknum jaksa ini, ia akui tidak pernah. Tidak terbukti,” tegasnya. (arf)

Komentar Anda





Comments
To Top
.