Headline

Silakan Angkat Kaki atau Dipecat


Partai Siapkan Sanksi Kader yang Dukung Paslon Lain

MAKASSAR, BKM — Sejumlah kader partai politik secara terbuka memberikan dukungan kepada pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, meskipun partainya mendukung pasangan calon lain. Sikap pembangkangan atas keputusan partai ini dianggap hal yang biasa dan tidak memengaruhi dirinya.
Koran ini mencatat, ada belasan politisi yang membelot dari keputusan partainya. Enam di antaranya kader Partai Golkar yang mendukung, bahkan aktif dalam berbagai kegiatan pasangan calon (paslon) lain.
Para kader partai berlambang pohon beringin rindang ini tidak berada di barisan pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin Halid (Imun). Mereka adalah Erwin Aksa, Munafri Arifuddin, Muslimin Bando, Disa Rasyid Ali, Nasran Mone, serta Rusdin Abdullah.
Lima orang memberikan dukungan kepada pasangan Munafri Arifuddin alias Appi yang berpasangan dengan Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman). Sementara Rusdin Abdullah lebih memilih pasangan Mohammad Ramdan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Adama).
Sebaliknya, ada pula kader Partai Demokrat yang memberikan dukungan selain kepada pasangan Appi-Rahman. Di antaranya Ilham Arif Sirajuddin (IAS) dan Amirul Yamin Ramadhansyah. Baik IAS maupun Amirul terlibat aktif mendukung pasangan Syamsu Rizal MI-dr Fadli Ananda (Dilan).
Adapun kader Partai Amanat Nasional (PAN) yang memberikan dukungan selain kepada Imun, yakni Andi Darwis Du’du. Ia lebih memilih mendukung paslon Appi-Rahman.
Salah satu kader Partai Hanura yang tidak mendukung pasangan Dilan yakni Andi Amrullah Jaya. Mantan anggota Fraksi Hanura DPRD Makassar ini juga ada dibarisan pemenangan Appi-Rahman.
Tak hanya itu, ada pula kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga tidak mendukung pasangan Dilan. Dia adalah Benni Iskandar. Benni secara terbuka mendukung pasangan Danny-Fatma.
Yang terakhir adalah politisi Partai Berkarya Yusuf Gonco alias Yugo. Meski partainya mendukung dan mengusung pasangan Imun dan Adama, namun mantan legislator Partai Golkar Makassar ini lebih mendukung pasangan Appi-Rahman.
Ketua DPD II Partai Golkar Makassar Farouk M Betta, mengaku sudah mendapat laporan jika ada kader yang tidak taat perintah organisasi.
“Kader atau pengurus yang tidak memihak keputusan partai berarti mereka tidak menghargai partainya sendiri. DPD II pasti melaporkan ulah mereka, karena ini juga menjadi statement dan kebijakan ketua umum DPP yang mengatakan akan meminggirkan kader yang tidak patuh di pilkada,” ujar Aru, panggilan akrab Farouk M Betta, Kamis (15/10).
Sebelumnya, mantan ketua DPRD Makassar ini mengaku berencana mencantumkan nama kader tersebut sebagai juru kampanye untuk pasangan Imun. “Kecuali jika ada klarifikasi dan mereka mengaku tidak lagi menjadi pengurus atau kader Partai Golkar,” ujarnya.
Ketua DPC Partai Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali (ARA), menegaskan kadernya wajib hukumnya segaris dengan arahan partai. “Yang tidak segaris silakan, tapi tentu semua ada konsekwensinya,” tegas ARA.
ARA yang juga wakil ketua DPRD Makassar ini sudah mengetahui jika ada kader yang tak sejalan. “Banyak juga kader partai yang kita jadikan spionase di sana, seolah-olah yang dapat data-data dari seberang dan sangat jelas,” bebernya.
Wakil Ketua DPC PDIP Makassar Raisuljaiz, mengemukakan bahwa partainya sangat tegas dan jelang akan memberikan sanksi. “Kalau PDI Perjuangan jelas, jika ada kader yang mbalelo otomatis dipecat. Setelah rekomendasi ditanda tangani maka seluruh kader harus taat dan patuh, yang tidak taat dan tidak patuh silakan angkat kaki dari PDI Perjuangan atau memilih dipecat,” pungkas Raisuljaiz. (rif)

Komentar Anda





Comments
To Top
.