Politik

Kampanye di Bontoala, Danny Beberkan Program Pembangunan Lorong


Calon Wali Kota Makassar, Danny Pomanto foto bersama warga menggunakan ponselnya saat kampanye dialogis di Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Sabtu (17/10/2020).

MAKASSAR, BKM – Calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto kembali menghadiri kampanye dialogis bersama tokoh masyarakat, RW, RT dan warga Kelurahan Ga’dong Kecamatan Bontoala, Sabtu (17/10/2020).

Mengawali sambutannya, Danny Pomanto mengingatkan untuk tidak gampang menerima informasi fitnah dan hoax dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kemarin ada gerakan yang mau merusak supaya kelihatan TSM (terstruktur, sistematis dan massif), mereka pakai baju kaos ADAMA lalu bagi-bagi beras, baru melapor tuduh kita yang melakukan. Kejamnya mereka coba fitnah kita lagi. Jadi kalau ada yang coba bagi-bagi atas nama Adama, laporkan kami akan tindaki,” kata Danny.

Program dalam membangun lorong juga menjadi pembahasan Danny bersama masyarakat Kelurahan Ga’dong.

“Serialnya program lorong akan kita lanjutkan, penghasilan orang di lorong akan menjadi perhatian besar bagi Danny-Farma ketika terpilih. Kemenangan nomor 1 sama dengan pembangunan di lorong-lorong akan lebih baik. Semuanya ada di tangan kita semua,” ujar Danny pemilik tag line 1 Bukti Lebih Baik Dari 1000 Janji ini.

Sementara dalam diskusinya, berbagai keluhan seperti insentif RT RW, penasehat wali kota, pembinaan pemuda dan fasilitas olah raga akan menjadi perhatian besar bagi pasangan Danny-Fatma.

“Menyangkut dana insentif penasehat wali kota dan fungsinya kini sudah tidak kami rasakan pak, kira – kira kedepan jika bapak terpilih apakah akan melanjutkan fungsi dan insentif penasehat pak,” imbuh Zainal.

Tak jauh berbeda apa yang dikeluhkan Subhan, salah satu tokoh pemuda Kelurahan Ga’dong. Dirinya berharap pembinaan pemuda dan fasilitas olah raga jadi perhatian ketika Danny-Fatma terpilih.

“Terkait program kerja kepemudaan, kami berharap di pemerintahan Bapak jika terpilih tolong diperhatikan pak. Karena sekarang kurangmi pembinaan pemuda, sarana olah raga sudah juga tidak ada pak,” kata Subhan.

Selain itu, insentif RT, RW dan pelayanan KTP juga menjadi keluhan Subhan dalam kesempatan ini.

Sudah 2 tahun terakhir ini, kepengurusan KTP terlalu banyak dipimpong sekarang pak. Kasian masyarakat bawah pak, jadi saya harapkan kemudahan kepengurusan administrasi di kembalikan pak,” harap Subhan.

Menanggapi beberapa keluhan, Danny sepenuhnya akan merealisasikan apa yang diinginkan masyarakat, terlebih lagi apa yang dikeluhkan RT dan RW serta tokoh pemuda

“Penasehat Wali Kota, jangankan diadakan insentifnya Insya Allah ditambah lagi pak, yang penting saatnya sekarang penasehat Wali Kota tunjukkan kekuatanta’ menangkan meki ADAMA,” ujar Danny.

“Kita nanti akan siapkan fasilitas community venter di setiap RW, sehingga kita lagi sasar fasum dan fasos. Nah untuk sarana olah raga, kenapa golo’rong kita lakukan di lorong, sebab lapangan yang sangat terbatas, makanya golo’rong kita lakukan di jalanan. Kalau Community Center kita akan buatkan ruang serba guna, training agar pemuda berkreasi nantinya,” jelas Danny. (jun)

Komentar Anda





Comments
To Top
.