Sulselbar

Perundungan Dominasi Kasus Anak


BANTAENG, BKM — Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMD PPPA), Kabupaten Bantaeng, Sitti Ramlah, menyebutkan 24 kasus yang menimpa anak-anak di daerahnya.
Dijelaskannya, jumlah kasus tersebut terhitung Januari – Oktober 2020. Kata dia, dari total jumlah ini, perundungan atau bullyng mendominasi kasus anak. “Data yang masuk tercatat 24 kasus sejak Januari hingga Oktober. Kasus ini didominasi perundungan atau bullyng”, katanya, Jumat (16/10).
Dikemukakan Ramlah, Pemkab Bantaeng tidak akan melakukan pembiaran. Ada beberapa upaya untuk menekan angka kasus anak.
Diantaranya, kata dia, pendampingan terhadap anak yang berkasus, melibatkan forum anak Butta Toa sebagai pelopor dan pelapor dalam memfasilitasi penyelesaian kasus anak.
Selain perundungan, pernikahan dibawah umur juga masih melanda sebagian anak. Padahal, kata dia, pihak terkait, seperti penyuluh agama dilubatkan mensosialisasikan usia minimal anak laki-laki dan perempuan yang diizinkan menikah oleh undang-undang.
Untuk kasus nikah dibawah umur, kata dia, pihaknya berhasil mencegahnya melalui beberapa pendekatan. “Kami berhasil menggagalkan pernikahan dibawah umur melalui pendekatan kekeluargaan”, pungkasnya. (wam/C)

Komentar Anda





Comments
To Top
.