Metro

Dewan Usul Rusunawa Ditambah


int Fasruddin Rusli

MAKASSAR, BKM–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Makassar menyinggung persoalan membenahi kawasan kumuh di Makassar, salah satunya mengusulkan perlunya menambah rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Hal tersebut melihat ketersediaan tempat tinggal bagi masyarakat kurang mampu agar kawasan kumuh dapat perkecil.
Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli, mengatakan, selama ini penyelesaian rumah kumuh di Makassar memang menjadi target baru pemerintah hingga 2030 mendatang, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan dan Pemukiman Kumuh (Perda Perumahan Kumuh).
“Kita punya target rusunawa dulu kita rombak karena relokasi kawasan kumuh kita lihat kondisinya apakah bisa ditempatkan di situ atau bisa ditempatkan di rumah susun, kalau rusun masih memadai kita carikan, nanti pemkot menyiapkan tambahan rumah susun atau rusunawa,” ungkapnya, Selasa (20/10).
Lanjut Legislator Fraksi PPP Makassar ini bahwa, jumlah rusunawa di Kota Makassar saat ini dianggap belum bisa sepenuhnya men-cover masyarakat urban dan kurang mampu di Kota Makassar. Upaya penambahan rusunawa harus dipikirkan pemerintah sebagai solusi jangka panjang dalam program pengentasan kawasan kumuh Makassar.
“Permasalahannya ada lahan atau tidak. Kalau soal anggarannya pasti pusat akan bantu pake APBN untuk tambah APBD kita, itu harus ada penambahan (rusunawa) karena luas kota tidak bertambah,”bebernya.
Sedangkan anggota DPRD Makassar, Hasanuddin Leo, mengaku, kondisi kota-kota besar dalam menghadapi persoalan urbanisasi, Makassar sebagai kota terbesar di Indonesia Timur jelas akan memiliki ratio pertumbuhan urbanisasi yang tinggi.
“Penduduk terus bertambah untuk mengatasi kawasan kumuh ini bisa ditasi secepatnya. Jadi strateginya itu untuk menghambat dan sama sekali tidak ada penambahan penduduk urban lagi dari luar kota masuk ke kota, sehingga pasti mereka akan pakai rumah, bisa jadi mereka pakai rumah kumuh jika penghasilan yang rendah,” tuturnya.
Sementara adapula upaya bantuan stumulus bagi pemilik rumah jika memilki kelengkapan dokumen, dimana bantuan tersebut sebagain besar berasal dari APBN pemerintah pusat.Besarannya dikalkulasi mencapai Rp25 juta untuk kategori berat, Rp17 juta untuk sedang, dan Rp12 juta untuk ringan. (ita)

Komentar Anda





Comments
To Top
.