Headline

Fatma Terpopuler, Fadli Urutan Kedua


Elektabilitas Pasangan Adama Sulit Dikejar

MAKASSAR, BKM — Potret pemilihan wali kota dan wakil wali kota (pilwali) Makassar kembali muncul. Kali ini datang dari Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Lembaga ini merilis tingkat pengenalan atau popularitas dan tingkat kesukaan atau akseptabilitas. Dari dua indikator tersebut, SMRC menempatkan Fatmawati Rusdi sebagai calon wakil wali kota Makassar yang terpopuler. Angka Fatmawati unggul jauh dari tiga calon wakil wali kota lainnya.
“Popularitas Fatma tertinggi diantara calon wakil wali kota Makassar lainnya. Angkanya mencapai 37 persen dengan tingkat kesukaan sangat tinggi, yakni 72 persen,” ujar Direktur Riset SMRC Deni Irvani saat memaparkan hasil survei tersebut secara virtual via aplikasi zoom, Rabu (21/10).
Menurut Deni, tingkat popularitas dan kesukaan Fatma sejalan dengan tingkat popularitas dan akseptabilitas pasangannya Mohammad Ramdhan Pomanto.
Sementara tiga calon wakil wali kota Makassar lainnya memiliki tingkat pengenalan dan tingkat kesukaan jauh di bawah Fatma. Pasangan Syamsu Rizal, yakni dr Fadli Ananda (Dilan) yang menempati urutan kedua, hanya memiliki tingkat popularitas sebesar 28 persen dengan tingkat kesukaan mencapai 58 persen.
Urutan ketiga ditempati oleh wakil dari Munafri Arifuddin, Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) dengan tingkat popularitas mencapai 27 persen dengan tingkat kesukaan sebesar 61 persen.
Adapun duet Irman Yasin Limpo (None), Andi Zunnun Armin NH (Imun) menempati urutan paling buncit dengan tingkat popularitas hanya sebesar 11 persen, dengan tingkat kesukaan berada di angka 29 persen.
Survei SMRC ini direkam pada 21 hingga 25 September 2020. Menggunakan sampel atau responden sebanyak 410 orang dengan metode multistage random sampling. Responden diwawancarai melalui tatap muka atau wawancara langsung. Adapun toleransi kesalahan (margin of error) survei tersebut sebesar ±5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Untuk popularitas calon wali kota Makassar, Danny masih perkasa. Tingkat popularitasnya mencapai angka 89 persen dengan tingkat kesukaan sebesar 85 persen.
Syamsu Rizal alias Deng Ical menempati urutan kedua dengan tingkat popularitas sebesar 83 persen, dan tingkat kesukaan mencapai 81 persen. Di urutan ketiga ditempati Munafri Arifuddin alias Appi, dengan tingkat popularitas mencapai 81 persen dan tingkat kesukaan sebesar 72 persen.
Adapun calon wali kota Makassar lainnya, Irman Yasin Limpo berada di urutan keempat. None, sapaan karibnya, memiliki tingkat popularitas sebesar 72 persen dengan tingkat kesukaan mencapai 63 persen.
Selain memotret tingkat pengenalan dan kesukaan sang wakil, SMRC juga memotret tingkat keterpilihan (elektabilitas) empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar. Untuk pasangan nomor urut satu, Danny-Fatma (Adama) unggul jauh dan sulit dikejar. Angkanya 41,9 persen. Disusul pasangan nomor urut dua, yakni Appi-Rahman dengan 17,8 persen.
Di posisi ketiga ditempati pasangan nomor urut tiga Deng Ical-Fadli Ananda (Dilan) dengan 16,6 persen, serta pasangan nomor urut empat Irman-Zunnun 6,8 persen. Survei simulasi pasangan ini masih menyisakan 16,9 persen responden yang belum menentukan pilihan.
Deni Irfani menjelaskan, ada berbagai macam faktor yang bisa mendeterminasi pemilih hingga menentukan calon pilihannya. Melihat psikologi pemilih dalam survei SMRC, kata dia, pemilih menilai kualitas personal calon.
“Melihat faktor itu, kalau menilai integritas, kapabilitas, empati, pemilih akan memilih Danny Pomanto dari calon lain,” ujar Deni.
Berdasar temuan risetnya, maka tiga faktor di atas menjadi alasan kenapa hasil survei Danny-Fatma selalu di posisi teratas. Apalagi ada rekam jejak kepemimpinan Danny yang melekat di pemilih.
Andai tidak ada ‘tsunami politik’ hingga pencoblosan pada 9 Desember nanti, hasil survei ini diyakini menjadi representasi pilihan masyarakat Kota Makassar. Pun demikian, hal itu bergantung dari penetrasi politik yang dilakukan tiap calon. “Bergantung seberapa efektif sosialisasi calon dan timnya,” ucap Deni.

Tak Terpengaruh

Juru bicara pasangan Imun, Muwaffiq kembali menekankan bahwa tim pemenangan None-Zunnun tidak terlalu terpengaruh dengan adanya rilis terkait elektabilitas yang dikeluarkan sejumlah lembaga survei. Termasuk yang dikeluarkan oleh SMRC.
“Untuk persoalan elektabilitas yang dirilis oleh lembaga survei, termasuk SRMC, dari awal memang tim tidak merasa terpengaruh dengan hasil yang dikeluarkan,” ungkap Muwaffiq saat dihubungi BKM, kemarin.
Dia mengatakan, tim pemenangan None-Zunnun lebih fokus untuk melakukan konsolidasi tim dan jaringan untuk memenangkan pasangan yang populer dengan tagline Kerhen ini.
“Yang selalu ditekankan oleh tim pemenangan None-Zunnun, tidak pernah terganggu dengan hasil survei-survei yang beredar di luar. Apakah survei itu mengunggulkan None-Zunnun atau tidak, tidak ada pengaruh apapun,” tegasnya.
Dia mengemukakan, dengan kerja-kerja jaringan dan konsolidasi tim yang terus diintensifkan, pihaknya optimistis, hasil akhir pasangan None-Zunnun menang.
“Jadi kerja-kerja tim dan dukungan masyarakat secara nyata yang akan menentukan kemenangan pasang Imun di pilwali Makassar ini,” tandasnya. (rhm-rif)

Komentar Anda





Comments
To Top
.