Bisnis

Lima Tahun JOOX di Indonesia


Miliki 30 Juta Koleksi Lagu

PARADE JOOX 5-- Peter May, Head of JOOX Indonesia dan Yuanita Agata, Head of Marketing JOOX Indonesia menjelaskan tentang program Parade JOOX 5 yang menandai lima tahun kehadirannya di Indonesia.

MAKASSAR, BKM — Lima tahun sudah portal digital JOOX hadir di Indonesia. Selama lima tahun ini pula, jumlah lagu yang teradopsi ke dalam JOOX juga terus bertambah. Seperti disampaikan Peter May, Head of JOOX Indonesia, saat ini JOOX telah memiliki 30 juta koleksi lagu dan akan terus ditambah dari tahun ke tahun.
”JOOX selalu menghadirkan produk-produk baru yang tentu akan memanjakan masyarakat khususnya kaum muda,” kata Peter May di sela konferensi pers virtual ‘JOOX 5th Anniversary-Parade JOOX 5’, Selasa (20/10).
Tentang pertumbuhan konsumsi lagu-lagu di Indonesia, seperti dangdut dan K-pop selama setahun terakhir, Peter mengatakan, mengalami peningkatan cukup signifikan. Misal konsumsi lagu dangdut meningkat 3 kali lipat dibandingkan tahun 2019, total jumlah waktu pengguna mendengarkan lagu K-pop meningkat 3 kali lipat dibandingkan tahun 2019, dan lagu Indie juga semakin diminati pengguna. Karena sejak tahun 2019 ada peningkatan signifikan dari jumlah stream Fiersa Besari, Nadin Amizah, dan Hindia.
Yuanita Agata, Head of Marketing JOOX Indonesia, menambahkan, sebagai tuan rumah musik di Indonesia, JOOX akan terus memperkaya koleksi lagu dari berbagai genre. Termasuk Indie, Dangdut, dan K-Pop.
”Dengan semangat Sumpah Pemuda, JOOX juga ingin mengundang kalian. Semua anak muda Indonesia, untuk selalu mengapresiasi musik Indonesia.

Sebagai bentuk apresiasi JOOX kepada musisi Indonesia dan kalian semua, JOOX mempersembahkan rangkaian program hiburan yang menginspirasi ‘Parade JOOX Lima’. Akan ada persembahan penampilan musik dan talk show seru sampai tanggal 28 Oktober 2020 yang tayang eksklusif hanya di JOOX Live,” tutur Yuanita.
Andmesh, musisi inspiratif, mengakui, kehadiran platform streaming musik semakin memudahkan para musisi untuk mempromosikan lagu dan menjangkau lebih banyak pendengar tanpa ada batasan.
Dikatakan, JOOX mempertemukan Andmesh dan musisi tanah air lainnya dengan para penikmat musik baik dari Indonesia, maupun dari negara lain. Era digitalisasi industri musik yang dinamis seperti sekarang ini membuka banyak peluang bagi musisi dan memperluas preferensi musik pendengar.

Dalam lima tahun belakangan ini, industri musik Indonesia meriah sekali. Banyak musisi baru muncul, genre dan jenis musik semakin beragam, katalog lagu Indonesia semakin luas, dan akses musik makin mudah.

Hal senada diungkapkan Wendi Putranto seorang pemerhati musik. Diakui, dirinya sudah mengenal JOOX sudah cukup lama. Dirinya bahkan tahu perkembangan JOOX sejak masih menjadi seorang jurnalis di media hiburan.
Wendi sangat mengpresiasi bagaimana JOOX Indonesia menghadirkan hiburan yang bermutu dengan hanya hentakan jari. Sekarang, masyarakat sudah bisa menikmati lagu-lagu kesukaannya tanpa harus menunggu lama.
”Kini, kita bisa menikmati lagu apapun sesuka hati di satu aplikasi. Kalau dulu kan kita harus beli CD, Vinyl atau kaset dari musisi favorit biar bisa dengerin koleksi lagu mereka. Sekarang, melalui platform streaming musik, kita bisa bebas memilih dan dapat mengontrol sendiri lagu apa yang ingin kita dengarkan kapan pun dan di mana pun.
Musisi Indonesia juga mulai naik daun dan mendominasi pasar. Masyarakat mulai menggandrungi musik lokal, apalagi jika ada campuran musik-musik tradisional,” ujar Wendi. (mir)

Komentar Anda





Comments
To Top
.