Headline

Parpol Kurang Bergerak


MAKASSAR, BKM — Sejumlah pimpinan partai politik (parpol) pengusung dan pendukung pada kontestasi pemilihan wali kota (pilwali) Makassar, belum memperlihatkan gerakan yang massif dalam upaya memenangkan pasangan calon usungan partainya.
Dari 16 partai politik yang ada, baru separuh atau sedikitnya delapan pimpinan parpol yang gencar melakukan konsolidasi maupun sosialisasi untuk memenangkan usungannya. Delapan pimpinan parpol itu adalah Golkar, Nasdem, Demokrat, PDIP, Hanura, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gerindra, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Sementara lainnya, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Perindo, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Berkarya dan Garuda belum begitu gencar.
Ketua DPC PPP Makassar Busranuddin Baso Tika (BBT) yang dihubungi, membantah bila partainya belum maksimal dalam melakukan sosialisasi. “Kami sudah massif bergerak hingga ke pengurus tingkat kelurahan,” ujar BBT, Rabu (21/10).
Ketika ditanya soal kurangnya alat peraga kampanye (AKP) dari DPC, namun yang terlihat dari milik Waketum PPP Dr HM Amir Uskara, ketua dan wakil ketua DPW PPP Sulsel DR HM Aras dan Imam Fauzan, BBT mengakuinya. “Tapi yang pasti kami bergerak untuk memenangkan Appi-Rahman,” jelasnya.
Ketua DPD PAN Makassar Hamzah Hamid yang dihubungi, belum memberikan tanggapan. PAN mengusung pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Halid.
Tak hanya itu, Wakil Ketua DPW PKS Sulsel Sri Rahmi juga belum memberikan alasan atau penjelasan. PKS juga mengusung pasangan Irman-Zunnun.
Sementara Ketua Partai Garuda Sulsel Ilham Abdullah yang dihubungi, juga tak sependapat dengan istilah tidak maksimal.
“Yang mau ditanggapi siapa. Infonya harus jelas,” ujarnya, kemarin.
Ketika ditanya soal belum adanya APK Partai Garuda yang terpasang, Ilham mengaku sibuk bergerak di daring. “Kami sibuk di online. Bahkan kami sudah menghimpun lebih 200 orang pemilih tetap menggunakan id bbo,” jelas Ilham yang partainya mendukung pasangan Syamsu Rizal MI-dr Fadli Ananda.
Lebih ironis yakni Partai Berkarya. Partai yang dibentuk Hutomo Mandala Putra alias Tomy Suharto ini dilanda konflik dualisme kepengurusan, mulai dari pusat, provinsi hingga Kota Makassar.
Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin yang ditemui, menegaskan bahwa partainya maksimal untuk pasangan Danny-Fatma.
Soal minimnya APK, Darmawangsya yang juga wakil ketua DPRD Sulsel mengakui hal itu. “Kalau ukurannya APK, iya. Tapi kalau pergerakan di lapangan, itu jalan terus. Saya pantau. Dalam waktu dekat saya akan memerintahkan DPC untuk melakukan konsolidasi dan saya akan hadiri langsung di Makassar,” janji Darmawangsyah Muin. (rif)

Komentar Anda





Comments
To Top
.