Headline

Polisi Cari Fakta Lain Penyebab Siswi SMA Minum Racun


IST KETERANGAN-Penyidik Satreskrim Polres Gowa meminta keterangan saksi terkait kematian siswi SMA yang menenggak racun hama.

GOWA, BKM — Kematian M, siswi kelas II SMA di Manuju, Kabupaten Gowa masih menimbulkan tanda tanya. Dugaan awal, korban yang menjemput ajal usai menenggak racun hama disebabkan karena banyaknya tugas dari sekolah dalam proses pembelajaran jarak jauh sistem daring.
Oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gowa, motif pasti terkait kematian gadis berusia 16 tahun itu masih terus ditelusuri. Pelajar berparas manis ini tewas pada hari Sabtu (17/10), setelah dengan cerianya merekam langsung dirinya menenggak racun hama merek Dangke menggunakan gelas cangkir putih bermotif kembang.
Spekulasi kini banyak berkembang di tengah masyarakat. Ada yang menyebut M nekat minum racun karena pusing dengan beban tugas sekolahnya yang cukup banyak. Kemudian ada pula yang mengaitkannya dengan asmara. Hal itu didasarkan pada statusnya di media sosial. Almarhumah mengunggah kalimat; Diseriusin malah bermain.
Lalu muncul pula informasi bahwa M kecewa kepada orangtuanya karena ia meminta dibelikan motor, namun tidak dikabulkan.
Menyusul berbagai dugaan-dugaan tersebut, Satreskrim Polres Gowa tak tinggal diam, meski pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Untuk melengkapi penyelidikan atas kasus itu, Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir turun langsung ke TKP sejak Selasa (20/10). Selain melayat ke rumah duka dan menyampaikan belasungkawa atas nama Polres Gowa, AKP Jufri Natsir juga membawa sejumlah personel ke rumah korban sebagai bagian dari upaya mengusut kasus ini.
Saat dikonfirmasi, Rabu (21/10), AKP Jufri Natsir mengatakan pihaknya mendatangi kediaman korban untuk melakukan olah TKP kembali. Tujuannya untuk mencari fakta yang sebenarnya, sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Betul, kemarin (Selasa) kami berkunjung ke rumah korban dan bertemu dengan kedua orangtuanya. Kami juga bertemu pemerintah setempat dan kepala sekolah korban. Pada kesempatan itu, kami kembali melakukan olah TKP guna mencari fakta lain untuk kami dalami dalam mengungkap motif sebenarnya,” terang AKP Jufri Natsir.
Sebelumnya, lanjut AKP Jufri Natsir, pihaknya telah memeriksa lima orang saksi. Setelah dilakukan olah TKP, pihaknya kembali memanggil beberapa orang untuk dilakukan pemeriksaan.
“Iya hari ini (Rabu kemarin) kita kembali memanggil beberapa orang saksi. Sebelumnya kami sudah memeriksa lima orang saksi terutama keluarga dan rekan korban,” jelasnya.
Namun diakuinya, hingga saat ini perkembangannya masih dalam penyelidikan. “Meski keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi, kami tetap  mencari fakta yang sebenarnya. Juga akan mengumpulkan keterangan-keterangan lain. Termasuk telepon seluler milik korban akan kami dalami, akan kami periksa,” tandasnya. (sar)

Komentar Anda





Comments
To Top
.