Headline

Suami Bunuh Istri Gegara Foto di HP


Korban Dicekik dan Motornya Dibawa Kabur

IST CEKIK ISTRI-YA memeragakan adegan ketika ia mencekik istrinya hingga tewas.

GOWA, BKM — Masih ingat kasus pembunuhan yang terjadi di Lingkungan Pattiro, Kelurahan Borongloe. Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa beberapa bulan lalu? Pelaku yang sempat melarikan diri usai peristiwa tersebut, kini ditahan setelah ia menyerahkan diri ke Polres Gowa, 2 September lalu.

SEPERTI dugaan sebelumnya, korban Nur Aeni (36) kala itu dibunuh oleh suaminya sendiri berinisial YA. Usai mengakhiri hidup istrinya Februari 2020, pria berusia 24 tahun tersebut kemudian kabur membawa putranya yang berusia 1 tahun mengendarai sepeda motor milik sang istri.
Selanjutnya, YA menitip anak semata wayangnya itu ke orangtuanya di Makassar lalu menghilang. Hingga pada akhirnya menyerahkan diri ke aparat.
Penyidik Reskrim Polsek Bontomarannu bersama JPU serta penasihat hukum tersangka lalu menggelar rekonstruksi atas kasus ini. Berlangsung di Aula Endra Dharmalaksana Polres Gowa, Kamis (22/10) pukul 13.00 Wita.
Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan, mengatakan rekonstruksi ini dimaksudkan untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan, sekaligus mencocokkan data-data yang diperoleh penyidik agar setelah dilimpahkan ke kejaksaan tidak ditemukan lagi kekurangan.
“Dari pengakuan tersangka, motif kejadian tersebut dikarenakan dia emosi diusir oleh istrinya (korban) dari rumah,” ungkap AKP Mangatas Tambunan di tengah rekonstuksi yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Jufri Natsir.
Kronologi pembunuhan berawal ketika korban melihat gawai milik suaminya, dan menemukan foto YA bersama perempuan lain. Mendapati hal itu, Nur Aeni yang kesehariannya berbisnis daring ini, emosi dan sakit hati. Ia kemudian merampas gawai suaminya lalu mengusir YA dari rumahnya.
Agar keterangan tersangka berkesesuaian dengan kejadian yang sebenarnya, selanjutnya penyidik Unit Reskrim Polsek Bontomarannu dipimpin Kanit Reskrim Ipda Arianto Najib bersama pihak JPU dan pengacara tersangka melakukan rekonstuksi. Pelaksanaannya mengambil dua lokasi, yakni Mapolres Gowa dan rumah korban di Jalan Pattiro, Lingkungan Songkolo, Kelurahan Borongloe, Kecamatan Bontomarannu.
Dari rekonstruksi diketahui bahwa YA melakukan aksinya mencekik leher istrinya. Peristiwa ini diperagakan YA di adegan 10 dari 21 adegan.
Saat itu tersangka mencekik leher korban dengan menggunakan kedua tangannya hingga mendengkur, lalu mengeluarkan busa dari mulut. Setelah itu, tersangka kemudian mengambil baju kaus dan mengikat leher korban. YA lalu mengambil gawai dan sepeda motor korban, dan selanjutnya melarikan diri ke rumah orangtuanya.
Namun, YA tak tinggal di rumah orangtuanya. Ia kabur ke Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Setelah delapan bulan dalam pelarian, YA menyerahkan diri ke petugas.
Ipda Arianto Najib selaku penyidik kasus ini, menjelaskan hingga saat ini pihaknya telah memintai keterangan dari sembilan orang saksi. Juga mengamankan sejumlah barang bukti.
Tersangka dijerat Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 44 (3) UU RI No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (sar)

Komentar Anda





Comments
To Top
.