Headline

TP Jangan Abaikan Imun


MAKASSAR, BKM — Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel yang dipimpin Dr Taufan Pawe (TP) telah melakukan kunjungan sekaligus kampanye di sejumlah daerah. Di antaranya Kabupaten Pangkep, Barru, Tana Toraja, hingga Luwu Timur.
Dalam sejumlah kunjungan konsolidasi dan kampanyenya, TP didampingi sejumlah pengurus, utamanya anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Sulsel. Hanya saja, hingga kini TP beserta pengurus lainnya belum hadir di Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba dan Selayar, terkhusus jelang pemilihan wali kota (pilwali) Makassar.
Untuk itu, politisi Golkar Andi Muh Ishak berharap TP dapat meluangkan waktunya untuk hadir di Makassar, guna memberi support terhadap dua kader partai berlambang pohon beringin rindang yang maju di pilwali Makassar, yakni Irman Yasin Limpo alias None serta Andi Zunnun Armin Halid (Imun).
“Ada dua kader Golkar berpasangan maju di pilwali Makasar, yakni Pak None dan Andi Zunnun. Jadi tidak salah jika ada dorongan atau support agar para tim dan relawan semakin semangat untuk bergerak memenangkan Imun,” pinta Andi Ishak, Kamis (22/10).
Mantan ketua DPRD Kabupaten Gowa ini menegaskan, tak hanya pasangan None-Zunnun yang butuh semangat dan tidak boleh diabaikan, tapi usungan Partai Golkar yang lain juga perlu diberi perhatian. Selain Golkar, pasangan Imun juga diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), serta Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sehari sebelumnya, Rabu (21/10), TP menyerukan militansi kader saat merayakan HUT Golkar ke-56 di Grand Claro Hotel Makassar. Perayaan tentu dengan menerapkan protokol kesehatan, yang dihadiri Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, Ketua Fraksi Golkar Sulsel A Hatta Marakarma serta Marzuki Wadeng, dan pengurus lainnya.
“Saya ingin tempatkan kader Golkar sebagai subjek. Subjek itu punya kepastian hukum. Para kader dan fungsionaris punya hak dan kewajiban. Kalau kita sudah punya jiwa militansi, sudah bekerja total membesarkan Golkar, maka kita pasti menuntut hak kita. Begitu tiba masa menuntut haknya, saya tentu harus memberikan hak. Misalnya yang ingin jadi calon bupati atau wali kota harus kita penuhi tanpa syarat,” ujar TP yang juga wali kota Parepare ini.
Ia juga mengajak semua kader bersatu dan tidak terpancing atas riak-riak yang terjadi yang dapat memecah belah partai. “Jangan kita galau atas riak-riak yang terjadi. Musda sudah selesai. Golkar adalah organisasi yang besar, teruji dan memiliki sistem. Jangan sampai kita sendiri yang mencabik-cabik partai. Karena partai kita partai terhormat,” pinta TP yang masih tercatat sebagai ketua DPD II Golkar Parepare ini. (mup/rif/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.