Headline

Jaga Jarak, Wajib Masker, dan Cek Suhu Tubuh Sebelum Masuk


Protokol Kesehatan di Masjid Nurul Ilmi UNM

MASJID Nurul Ilmi di Jalan Raya Pendidikan, Makassar konsisten menerapkan protokol kesehatan. Yang tidak bermasker, siap-siap disuruh keluar dari masjid.

JUMAT, 15 Oktober, saya kembali memilih menunaikan salat Jumat di masjid milik kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) itu. Seperti biasa, saya datang lebih awal untuk menghindari antrean di pintu masuk. Sekaligus bisa menempati saf bagian depan masjid. Ini adalah salat Jumat kesekian kali yang saya lakukan di masjid ini. Selama masa pandemi, ibadah Jumat lebih banyak saya lakukan di tempat ini.
Konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi salah satu pertimbangan memilih salat Jumat di sini. Gerakan 3M (menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan) betul-betul dijalankan secara konsisten di masjid ini. Sebelum wudu, jamaah wajib melakukan cuci tangan pakai sabun. Panitia masjid sudah menyiapkan wastafel tidak jauh dari tempat wudu. Jamaah yang sudah wudu dari rumah, bisa langsung cuci tangan sebelum masuk masjid.
Di pintu masjid, berdiri dua orang pengurus. Tugasnya mengecek suhu badan setiap jamaah. Sebetulnya ada lima pintu masuk di masjid ini. Tetapi untuk pelaksanaan salat Jumat selama masa pandemi, yang diaktifkan hanya pintu bagian timur. Pintu bagian selatan dan utara tidak difungsikan.
Tiba di dalam masjid, jamaah bebas memilih saf. Dianjurkan mengisi saf kosong di bagian depan agar jamaah yang datang belakangan bisa langsung mengisi saf berikutnya. Di lantai masjid yang karpetnya digudangkan selama masa pandemi, bertebaran tanda silang (X) dari kertas isolasi. Warnanya bukan merah. Tetapi hitam. Lantai dengan tanda silang itu merupakan area terlarang. Jamaah dilarang duduk dan salat di situ. Yang dibolehkan adalah lantai tanpa tanda silang.
Protokol kesehatan tidak berakhir di sini. Setelah salat usai, satu per satu jamaah meninggalkan masjid. Tapi di pintu keluar, setiap jamaah dihadang oleh petugas masjid yang menyemprotkan hand aanitiser. Saat salat usai, pintu masjid yang dibuka bertambah. Selain di pintu timur, pintu bagian selatan juga dibuka agar tidak terjadi penumpukan jamaah.
“Protokol kesehatan ini diterapkan sebagai bagian dari komitmen membantu mencegah penularan virus covid-19. Kebijakan ini dilakukan selama masa pandemi,” kata Burhanuddin, salah seorang pengurus masjid.
Menurut dia, di dalam masjid pihaknya sudah membuat garis saf yang memberi jarak antara satu jamaah dengan jemaah lainnya. Jaraknya satu meter. Dengan begitu, kemungkinan ada kontak fisik antara satu jemaah dengan jemaah lainnya sangat minim.
“Jika saf sudah penuh, pintu masjid ditutup. Yang terlambat, bisa mengambil saf di teras masjid yang jaraknya juga sudah diatur dengan ketat,” katanya lagi.
Selain di Masjid Nurul Ilmi, musalah kampus UNM yang terletak di lantai empat Menara Pinisi juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Jamaah wajib pakai masker dan ada jarak antarjamaah. (fachruddin)

Komentar Anda





Comments
To Top
.