Bisnis

Penguatan Literasi Keuangan di Kalangan Santri


JAKARTA, BKM — Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mengatakan, pemerintah berupaya menguatkan literasi keuangan di kalangan santri. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir, mengungkapkan, penguatan literasi diperlukan tak hanya untuk dapat mendukung ketahanan ekonomi atau sistem keuangan nasional, melainkan juga mendukung ekosistem ekonomi pesantren yang mandiri dan sejahtera.
”Santriwan dan santriwati merupakan segmen prioritas dalam kelompok pemuda pada Strategi Nasional Keuangan Inklusif,” ujarnya dalam acara Seminar Keuangan Inklusif bagi Pemuda/Santri dalam rangka Hari Santri Nasional 2020, Jumat (23/10).
Atas dasar itu, pelatihan keuangan inklusif tersebut digelar dengan menyasar kalangan santri. ”Pembangunan itu harusnya inklusif untuk semua orang,” tuturnya.
Ia pun menjelaskan, pemerintah memiliki program One Pesantren One Product (OPOP). Program ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian umat melalui para santri, pondok pesantren, dan masyarakat sekitar.
”Dengan program ini, pondok pesantren diharapkan bisa makin memberikan dampak terhadap lingkungan sekitarnya,” terang Iskandar yang juga menjabat Ketua Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif tersebut. (int)

Komentar Anda





Comments
To Top
.