Gojentakmapan

PHA: Kita Jangan Tangan Tuli Jeritan Rakyat Takalar


TAKALAR, BKM — Hingga memasuki pekan ketiga digelarnya hak angket leh DPRD Takalar, tak satupun pihak terpanggil dalam hal ini pihak eksekutif yang bersedia memenuhi panggilan Panitia Hak Angket (PHA).
Menyikapi mangkirnya pihak terpanggil dalam persidangan hak angket membuat salah satu anggota panitia hak angket dari PDI-Perjuangan angkat bicara perihal lahirnya hak interpelasi berujung hak angket.
Menurut legislator PDI-Perjuangan ini, hak angket digerakkan tak lain dan tak bukan, hanyalah untuk mengakomodir kepentingan masyarakat Takalar yang setiap saat menjerit atas lahirnya kebijakan Pemerintah Kabupaten Takalar yang tidak pro rakyat.
”Kita jangan pura-pura tuli dengan jeritan masyarakat Takalar. Karena sesungguhnya, hak interpelasi dan hak angket ini lahir karena keinginan masyarakat yang kita wakili,” kata H Andi Noor Zaelan, Minggu (25/10).
Andi Noor Zaelan menambahkan, agenda pemanggilan terhadap eksekutif itu ditempuh sebagai bagian dari tujuan hak angket. Yakni, untuk mempertanyakan dugaan pelanggaran Pemerintah Kabupaten Takalar selama tiga tahun terakhir.
” Bupati dan jajarannya tidak usah takut menghadapi sidang hak angket. Karena sidang hak angket pada hakekatnya bertujuan mencari tahu akar permasalahan yang terjadi selama ini,” jelas Andi Ellang, begitu legislator PDIP ini akrab disapa.
Sementara itu, Ketua PHA, H Nurdin HS, saat dikonfirmasi perihal mulai luluhnya semangat PHA lantaran adanya dugaan bargaining yang ditawarkan pihak tertentu guna menghentikan proses hak angket.
”Tidak ada bargaining. Panitia hak angket terus bekerja dengan semangat pantang mundur,” tegas H Nurdin HS. (ira/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.