Metro

Warga Diminta Waspada La Nina


BKM/DOK DIMINTA--Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin meminta warga kota dan pulau untuk berhati-hati terhadap fenomena la-nina, seperti jika hendak pulang menggunakan perahu. Tampak perahu tertambak di Dermaga Kayu Bangkoa.

MAKASSAR, BKM– Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin meminta warga Makassar untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi musim hujan yang diprediksi akan cukup ekstrem karena adanya pengaruh La Nina.
Orang nomor satu Makassar itu menjelaskan, bencana alam tidak bisa dilawan dan dihindari. Yang bisa dilakukan adalah mengantisipasi dan mewaspadai bencana tersebut datang.
Termasuk dalam menghadapi cuaca ekstrem yang dipicu oleh La Nina. Menurut dia, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh stakeholder terkait untuk mengambil langkah-langkah antisipasi sekaligus meminta warga juga waspada dan bersiap menghadapi musim hujan yang sudah di depan mata.
“Mulai dari dinas pekerjaan umum dan satgas drainasenya, Badan Penanggulangan Bencana, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, semua harus bersiap-siap hadapi musim hujan,” ungkapnya kepada BKM, akhir pekan lalu.
Warga juga diminta untuk melakukan bersih-bersih di sekitar tempat tinggal masing-masing. Jika melihat ada drainase yang bermasalah, tersumbat oleh sampah, diminta kesadaran masing-masing untuk melancarkan aliran air. Karena tidak mungkin petugas bisa melakukan seluruhnya mengingar cakupan Makassar yang cukup luas.
“Jadi kita tidak bisa lawan bencana alam. Namun kita bisa mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan bencana yang bisa saja terjadi. Terutama di wilayah-wilayah yang setiap tahun jadi langganan banjir,” ungkapnya.
Kepada warga, dia mengimbau agar menjaga kebersihan, jangan buang sampah sembarang, terutama di selokan dan saluran air.
“Upaya kita yang paling efisien adalah mendorong masyarakat untuk tidak berperilaku membuang sampah sembarangan sehingga terjadi banjir,” ujarnya.
Saat ini, sedimentasi di Makassar cukup mengkhawatirkan. Pemkot Makassar harus punya solusi menangani endapan sedimen yang hampir memenuhi hampir semua drainase.
Tim satgas Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar telah melakukan beberapa pengerukan. Anggota yang dikerahkan 480 orang.
Awal 2020 tim satgas melakukan pengerukan, terus mengalami kenaikan jumlah sedimentasi tiap bulan. Jika pada Januari pengerukan sedimen tiap-tiap rayon capai 600 meter kubik, maka pada Maret langsung naik dengan rata-rata 800 meter kubik.
Data pada Maret 2020, rayon IV yang meliputi Manggala Panakkukang-Tallo, tim yang diturunkan 77 orang dengan masa kerja 26 hari mampu mengeruk 824 meter kubik sedimentasi dengan total panjang drainase yang dibersihkan capai 1.755 meter.(rhm)

Komentar Anda





Comments
To Top
.