Headline

1.511 Kasus Narkoba, 2.393 Tersangka Diamankan


25,4 Kg Sabu dan 15.703 Ekstasi Disita Selama Januari-September

BKM/CHAIRIL-ARUL MUSNAHKAN NARKOBA-Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, bersama perwakilan Kejati dan kantor Kemenkum HAM pada pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolda Sulsel, Senin (26/10). Enam orang tersangka kasus penyalahgunaan narkoba dihadirkan.

MAKASSAR, BKM — Praktik penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polda Sulsel tetap marak di tengah pandemi covid-19. Hal itu terbukti dari pengungkapan kasus yang dilakukan jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel dan satres narkoba di tingkat polres.
Dalam kurun waktu bulan Januari hingga September 2020, Ditres Narkoba Polda Sulsel telah mengungkap 1.511 kasus. Jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 2.393 orang. Terdiri dari 2.194 pria dan 199 wanita.
Adapun barang bukti yang disita dalam rentang waktu itu, yakni 25,4 kilogram sabu, ekstasi 15.703 butir, obat daftar G sebanyak 17.170 butir, serta tembakau sintesis 4,7 kilogram.
”Dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan ini, kami bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat,” ujar Direktur Ditresnarkoba Polda Sulsel Kombes Pol Hermawan pada pemusnahan barang bukti narkotika di halaman mapolda, Senin (26/10).
Barang bukti yang dimusnahkan, kemarin terdiri dari sabu seberat 14,6 kilogram dan ekstasi 2.844 butir. Barang haram tersebut merupakan sitaan dari kasus tindak pidana narkotika yang dilakukan di wilayah Polda Sulsel selama satu bulan terakhir.
Hadir dalam pemusnahan ini, Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, Sekprov Abdul Hayat Gani, serta perwakilan dari Kejati Sulsel.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam mengatakan, rakyat memiliki tugas untuk memberantas narkoba, baik secara kelompok maupun individu. Apalagi daerah ini menjadi tempat strategis jalur penghubung, baik dari jalur laut, darat maupun udara.
”Untuk menangani dan memberantas penyalahgunaan narkoba bukan hanya tugas pemerintah dan aparat kepolisian. Melainkan kewajiban bagi seluruh rakyat, baik secara kelompok maupun individu. Provinsi Sulawesi Selatan ini letaknya cukup strategis untuk menjadi jalur penghubung. Posisi inilah yang menjadikan Makassar sebagai pasar yang produktif dan sering dimanfaatkan kalangan pebisnis ilegal peredaran gelap narkoba,” jelas kapolda.
Terbaru, tim khusus Ditresnarkoba Polda Sulsel berhasil menangkap tiga orang tersangka yang membawa sabu di wilayah Kota Makassar. Dari penangkapan itu, menurut kapolda, kurang lebih 150 ribu warga Makassar terselamatkan dari praktik penyalahgunaan narkotika.
Menurut Irjen Merdisyam, penyalahgunaan narkobaa saat ini masih sangat memprihatinkan. Bahkan mengalami peningkatan, baik dalam segi kualitas maupun kuantitas barang bukti. Begitu pula modus yang diterapkan pelakunya, juga terus berubah. Kian canggih terorganisir dengan baik dan memiliki dana yang sangat besar.
“Untuk itu, mari kita nyatakan perang terhadap bandar dan jaringan peredaran narkoba. Penegakan hukum harus lebih tegas lagi kepada jaringan tersebut. Tutup celah penyelundupan, baik dari darat, laut maupun udara,” tanda kapolda. (*/rus)

Komentar Anda





Comments
To Top
.