Bisnis

Rupiah Stagnan di Pasar Spot


JAKARTA, BKM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menguat di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Namun rupiah kini stagnan di perdagangan pasar spot.
Pada perdagangan Senin kemarin (26/10), kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp14.697. Rupiah menguat 0,28 persen dibandingkan posisi akhir pekan lalu.
Sementara di ‘arena’ pasar spot, rupiah dibuka menghijau. Namun pada pukul 10:30 WIB, USD 1 dibanderol Rp14.650. Sama persis dengan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu alias stagnan.
Sepertinya, minat investor terhadap aset-aset keuangan Tanah Air masih tinggi. Di pasar saham, investor asing membukukan beli bersih (net buy) Rp7,66 miliar pada pukul 09:22 WIB yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,52 persen.
Sepanjang minggu kemarin, rupiah menguat terbatas 0,14 persen di hadapan dolar AS secara point-to-point. Dolar AS berhasil didorong ke bawah Rp14.700. Namun kemarin, nyaris tidak ada sentimen yang bisa mendongrak mata uang Tanah Air. Satu, perdagangan pekan ini hanya berlangsung singkat yaitu dua hari. Selebihnya pasar keuangan Indonesia libur karena libur panjang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dengan perdagangan yang hanya buka hari ini dan besok, tidak banyak insentif bagi pelaku pasar untuk ‘turun gunung’. Lebih baik santai saja, tidak perlu terlalu bersemangat. Sikap ini yang membuat pasar relatif senyap sehingga rupiah sulit terangkat.
Dua, ready viewed pemerintah provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang masa PSBB Transisi selama dua pekan, berakhir pada 8 November mendatang. Artinya, ‘keran’ aktivitas publik masih dibuka meski ada pembatasan dan kudu patuh kepada protokol kesehatan.
Akan tetapi, Gubernur Anies menegaskan bahwa bukan tidak mungkin pemerintah provinsi Jakarta akan kembali menerapkan PSBB yang lebih ketat seperti yang terjadi pada pertengahan September. (int)

Komentar Anda





Comments
To Top
.