Bisnis

Catatkan Pendapatan Bersih Rp130,3 T


Pandemi Covid Pengaruhi Kinerja Grup Astra

Djony Bunarto Tjandra

MAKASSAR, BKM — Pandemi virus Corona atau Covid-19 telah memberi pengaruh cukup besar terhadap kinerja Grup Astra. Selama periode Januari sampai September 2020, pertumbuhan kinerja lebih rendah dari periode yang sama tahun 2019 lalu.
”Keseluruhan kinerja Grup Astra (Grup) selama sembilan bulan pertama tahun 2020 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Terutama akibat dari pandemi Covid-19, meskipun kinerja Grup pada kuartal ketiga menunjukkan beberapa perbaikan dibandingkan kinerja pada kuartal kedua. Karena sebagian pembatasan terkait pandemi mulai dilonggarkan. Neraca keuangan Grup tetap kuat. Pandemi ini dan langkah langkah yang diambil untuk mengendalikan dampaknya, diperkirakan masih akan berlanjut untuk beberapa waktu mendatang. Dan masih akan memengaruhi kinerja Grup hingga akhir tahun ini,” ujar Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur PT Astra International Tbk (Perseroan atau Astra) dalam laporan tertulisnya yang diterima Redaksi Berita Kota Makassar, Selasa (27/10).
Untuk kinerja pendapatan bersih konsolidasian Grup pada sembilan bulan pertama tahun 2020 sebesar Rp130,3triliun. Jumlah ini menurun 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Laba bersih, setelah memasukkan keuntungan dari penjualan saham Bank Permata sebesar Rp14,0 triliun atau menurun 12 persen dibandingkan sembilan bulan pertama tahun 2019. Tanpa memasukkan keuntungan dari penjualan tersebut, laba bersih Grup menurun 49 persen menjadi Rp8,2 triliun.
”Penurunan terutama dikarenakan penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, dan jasa keuangan yang disebabkan dampak pandemi Covid-19 dan penerapan langkah-langkah penanggulangannya, serta penurunan harga batu bara,” ujar Djony Bunarto Tjondro.
Lanjut dikatakan, untuk nilai aset bersih per saham pada 30 September 2020 sebesar Rp3.822, meningkat 5 persen dari nilai aset bersih per saham pada 31 Desember 2019. Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup mencapai Rp4,4triliun pada 30 September2020, dibandingkan utang bersih sebesar Rp22,2 triliun pada akhir tahun 2019, setelah diterimanya hasil penjualan saham Bank Permata pada bulan Mei 2020.
Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup menurun dari Rp45,8 triliun pada akhir tahun 2019 menjadi Rp43,0triliun pada 30 September2020. Kegiatan bisnis laba bersih Grup pada kuartal ketiga tahun 2020 meningkat dibandingkan kuartal kedua, didukung segmen Otomotif dan Agribisnis. Namun demikian, kinerja operasional dari sebagian besar segmen bisnis masih tertekan secara signifikan.
”Pandemi ini dan langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan dampaknya, diperkirakan masih akan berlanjut untuk beberapa waktu mendatang dan masih akan memengaruhi kinerja Grup hingga akhir tahun ini,” kata Djony Bunarto Tjondro. (mir)

Komentar Anda





Comments
To Top
.