Headline

Tidak Ada Kesuksesan Tanpa Tantangan


Ketua Bawaslu Pangkep Samsir Salam

TIDAK mudah bekerja di lembaga Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu). Cukup banyak tantangan dan jalan berliku yang harus dilalui dan menjadi ujian. Tetapi inilah pilihan hidup Samsir Salam, yang saat ini menjabat sebagai ketua Bawaslu Kabupaten Pangkep.

Bawaslu bagi pribadi putra Pangkep, kelahiran 29 Maret 1976 ini banyak memberikan ujian integritas. “Meski penuh tantangan, tetapi saya sudah berniat untuk berjihad melalui pengabdian di lembaga penyelenggara pemilu,” ujarnya.
Samsir memang lahir di Pangkep. Namun semua jenjang pendidikan dijalani di Kota Makassar. Muladi dari SD, kemudian DDI yang setara SMP di Galesong Baru, lalu MDIA Taqwa (setingkat SMA) di tahun 1994.
Pendidikan agama lebih dominan memengaruhi perjalanan hidup Samsir. Sejak SD hingga perguruan tinggi. Bahkan sampai berkuliah di S1, ia menjalaninya di bidang Sastra Arab Fakultas Adab IAIN (sekarang UIN) Alauddin Makassar.
Tidak puas dengan tempaan pendidikan agama dan kesusasteraan Arab, Samsir lalu melanjutkan kuliah S2 di Program Pascasarjana (S2) Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan mengambil bidang Ilmu Hukum Tata Negara. Ia menemukan ilmu hukum yang menjadi modal pengetahuannya kala mengabdi sebagai pengawas pemilu di kampung halamannya.
Pengabdian di Bawaslu, kata Samsir saat diwawancarai Senin (26/10), sangat sederhana. “Saya tidak punya alasan kecuali mengabdi kepada negara, agama, dan umat. Begitu pula dengan suka dukanya mengabdi di lembaga pengawasan pemilu, tidak mengenal libur dan setiap hari bekerja,” ucap Samsir.
Selama memimpin Bawaslu, Samsir konsisten menjalankan tugas dan bekerja berdasarkan undang-undang serta regulasi yang ada. Karenanya, semua penugasan di lembaga ini menjadi kesan menyeluruh dan tercatat dalam sejarah kehidupan bersama di Bawaslu Pangkep.
Selama mengabdi sebagai ketua Bawaslu, tidak sedikit Samsir mesti berhadapan dengan tekanan dan intervensi dari pihak-pihak tertentu. Tak terkecuali untuk mempengaruhi keputusan atau regulasi yang berlaku di lembaga pengawasan. Tetapi hal-hal seperti itu biasa terjadi, dan itulah menjadi ujian integritas sebagai penyelenggara pemilu.
“Kendati ada tantangan seperti itu, Insyaallah saya tetap konsisten berbuat yang terbaik berdasarkan aturan yang ada. Karena saya sudah niatkan untuk berjihad di Bawaslu,” urainya.
Samsir mengakui, pilkada saat ini sangat berbeda dengan pesta demokrasi serupa sebelumnya. Karena berlangsung di tengah pandemi.
“Namun, sejarah pasti mencatat dengan baik bahwa tidak ada kesuksesan tanpa tantangan. Begitu juga dengan penyelenggaraan dan pengawasan pilkada, akan ada tantangannya. Di situlah dituntut sikap konsisten dan integritas dari pihak penyelenggara pilkada,” tandas Samsir. (udi/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.