Connect with us

Metro

Gepeng Harus Punya Liposos

-

int Wahab Tahir int Al Hidayat Syamsu

MAKASSAR, BKM– Hampir setiap hari gelandangan dan pengemis maupun anak jalanan sangat mudah ditemukan di sudut-sudut keramaian Kota Makassar.
Olehnya itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar mendorong pembangunan lingkungan pondok sosial (Liposos) dalam penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial untuk mereka di Kota Makassar.
Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Kota Makassar, Wahab Tahir, mengatakan, ada usulan anggaran yang diusulkan dinas sosial (Dinsos) Makassar terhadap pembangunan liposos di APBD Pokok 2021.”Kita akan memperjuangkan itu untuk APBD 2021 nanti. Kita butuh sesuatu yang lebih efektif untuk penanganan gepeng dan anjal ini,” ujarnya, Senin (2/10).

Legislator Fraksi Golkar Makassar menganggap kian menjamurnya aktivitas gepeng dan anjal sepertinya tidak dapat diterima apabila penanganannya masih itu-itu saja. Tak hanya pemerintah, namun juga masyarakat dituntut berperan untuk menjalankan program penanganan.
“Harus ada solusi baru untuk menghilangkan citra buruk Makassar terhadap keberadaan mereka.Penangannya tidak bisa seperti sekarang, yang hanya melakukan penjaringan saja, harus ada tindak lanjutnya supaya tidak lagi menjadi gepeng setelah terjaring petugas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ujar Wahab, Pemkot Makassar harus bisa belajar dari strategi penanganan anjal dan gepeng di DKI Jakarta. Anjal dan gepeng yang terjaring razia petugas tidak hanya diberi wejangan dan edukasi.”Di sana dibuatkan tempat khusus untuk diberikan pelatihan. Jadi mereka bisa punya keterampilan setelah keluar nanti. Metode ini efektif untuk menekan keberadaan anjal dan gepeng,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Makassar, Al Hidayat Samsu juga mengungkapkan, penanganan anjal dan gepeng memang menjadi tantangan yang cukup berat. Salah satu kendalanya karena fasilitas pendukung yang tidak tersedia.
Selama ini, anjal dan gepeng yang terjaring razia petugas sudah diberi pembinaan. Hanya saja, setelah dilepaskan, mereka tetap saja kembali ke jalan.
“Memang Makassar ini butuh liposos untuk menampung mereka lalu diberikan pembinaan sampai betul-betul bisa dilepas. Sehingga ketika dia keluar bisa berkontribusi dan tidak turun lagi turun ke jalan,” tuturnya.(ita)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini